Nasihat Sayyidah Aisyah Ini Jadi Penawar Ampuh Untuk Hati Yang Membatu

May 15, 2026 12:58 AM - 19 jam yang lalu 991

Kincai Media ,JAKARTA -- Di tengah hiruk-pikuk bumi yang sering kali membikin hati menjadi tumpul dan keras, Islam menawarkan sebuah obat yang barangkali terdengar paradoks namun sangat mustajab, ialah mengingat kematian. Jauh dari kesan pesimistis, mengingat sang pemutus kenikmatan justru menjadi kunci utama bagi seorang mukmin untuk kembali menghidupkan empati dan melembutkan jiwa yang telah membatu akibat ambisi duniawi.

Nabi Muhammad SAW pernah berfirman bahwa “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan” ialah kematian. Mengingat kematian bukanlah corak pesimisme, melainkan langkah paling efektif untuk melembutkan hati dan menyadarkan jiwa dari kerasnya cinta dunia.

Bahkan Sayyidah Aisyah Radhiyallahu anha menasihati seorang wanita yang mengeluhkan hatinya yang keras agar memperbanyak mengingat kematian dan hatinya pun menjadi lembut.

Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan."

Nabi Muhammad SAW ditanya, “Apa pemutus kenikmatan itu wahai Rasulullah?”

Nabi Muhammad SAW menjawab, “Kematian.” (HR Imam At-Tirmidzi)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Setiap yang bernyawa bakal merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan bumi hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS Āli ‘Imrān Ayat 185)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang Anda lari darinya pasti bakal menemuimu. Kamu kemudian bakal dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lampau Dia beritakan kepadamu apa yang selama ini Anda kerjakan.” (QS Al-Jumu‘ah Ayat 8)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

حَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ

لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّا ۗاِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga andaikan datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah saya (ke dunia) agar saya dapat beramal saleh yang telah saya tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Di hadapan mereka ada (alam) barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan. (QS Al-Mu'minūn Ayat 99 dan 100)

Ayat-ayat di atas adalah sebagian dari ayat yang mengingatkan tentang kematian yang tidak kenal istilah mini dan besar serta seorang pun tak bisa lari darinya meskipun seorang Nabi maupun Rasul. Seandainya ada seorang yang berkuasa hidup terus, Rasulullah SAW adalah yang lebih pantas.

Jadikanlah selalu kematian berada di depan dan pikiran anda. Kalau Anda senantiasa mengingat kematian, dia bakal bisa melembutkan hati.

Diriwayatkan, ketika ada seorang wanita yang mengadu kepada Aisyah Radhiyallahu anha tentang hatinya yang keras, maka Aisyah berbicara kepadanya, “Perbanyaklah mengingat kematian, niscaya dia bakal dapat melembutkan hatimu.”

Lalu wanita itu pun mengerjakannya, sehingga hatinya menjadi lembut.

Muhammad Khalil Itani dalam kitab Wasiat Rasul Buat Lelaki menuliskan, saat Anda berambisi sekali terhadap urusan dunia, kemaksiatan alias perkara-perkara yang menyelisihi syariat, lampau Anda ingat kematian serta hisab dan pertanyaan mengenai segala sesuatu yang besar maupun mini di hadapan Allah kelak, pikiran jelek itu pun pasti bakal lenyap. Selanjutnya, dia bakal berbalik menjadi pikiran yang baginya bakal ditulis kebaikan dan diangkatnya derajat.

Selengkapnya