Bagi Umat Islam Haji Itu Sakral, Tapi Bagaimana Menjelaskannya Kepada Non-muslim?

May 15, 2026 07:00 PM - 1 jam yang lalu 84

Jamaah haji dari beragam negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (30/5/2025).

Kincai Media , JAKARTA –Ibadah haji kerap memunculkan rasa penasaran bagi banyak non-Muslim. Bagi umat Islam yang baru pertama kali bakal berhaji, menjelaskan makna dan rangkaian ritual haji kepada teman-teman non-Muslim juga bisa menjadi tantangan tersendiri.

Lalu gimana langkah menjelaskan soal ibadah haji kepada kawan yang Non Muslim?

Konsultan dan professor studi Islam asal India, Prof Shahul Hameed menjelaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan bentuk ke Tanah Suci, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna tentang persatuan, kesetaraan, dan penghambaan kepada Allah.

“Haji adalah rukun Islam kelima. Umat Islam yang bisa secara bentuk dan finansial dianjurkan melaksanakannya sekali seumur hidup,” ujarnya dikutip dari About Islam, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, haji dilakukan di Makkah dan beberapa letak di sekitarnya seperti Mina, Arafah, dan Muzdalifah selama beberapa hari pada bulan Dzulhijjah.

Prof Shahul Hameed menjelaskan, ritual haji dimulai dengan memasuki keadaan ihram, ialah kondisi suci di mana jamaah dilarang melakukan sejumlah perihal seperti memakai busana biasa, memotong rambut dan kuku, menggunakan parfum, hingga melakukan hubungan suami istri.

Setelah itu, jamaah menuju Mina lampau wukuf di Arafah, yang menjadi puncak dan inti ibadah haji. Dari Arafah, jamaah bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam sebelum kembali ke Mina.

Pada 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan penyembelihan hewan qurban, mencukur alias memotong rambut, serta melempar jumrah.

Selengkapnya