Kincai Media – Warren Buffett kembali menyuarakan kekhawatirannya terhadap kondisi pasar saat ini. Dalam wawancara di kegiatan tahunan Berkshire Hathaway 2026, penanammodal legendaris itu menilai kegiatan spekulatif sudah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama di pasar kripto.
Menurut Buffett, perilaku penanammodal saat ini lebih menyerupai pertaruhan daripada investasi.

Buffett menggambarkan kondisi pasar dengan afinitas yang cukup tajam.
“Pasar saat ini seperti sebuah gereja yang mempunyai kasino di dalamnya,” ungkap Buffet.
Komentar ini bukan tanpa alasan. Ia menyoroti maraknya perdagangan instrumen berisiko tinggi seperti opsi harian (one-day options), yang menurutnya tidak lagi bisa disebut sebagai investasi.
Baginya, kegiatan seperti itu bukan sekadar spekulasi, tetapi sudah masuk kategori gambling.
“Belum pernah sebelumnya penanammodal berada dalam “mood berjudi” sebesar sekarang,” ujarnya.
Skeptis terhadap Kripto Masih Konsisten
Pandangan Buffett terhadap mata duit digital juga tidak berubah. Sejak lama, dia menilai Bitcoin dan aset digital lain tidak mempunyai nilai esensial lantaran tidak menghasilkan arus kas.
Ia kembali menekankan bahwa aset seperti itu lebih banyak didorong oleh spekulasi dibandingkan nilai intrinsik.
Komentar ini sejalan dengan pernyataannya di masa lalu, termasuk saat dia menyebut Bitcoin sebagai “rat poison squared.”
Baca Juga: Kerap Diolok, Tim STRC Berikan ‘Counter’ pada Peter Schiff
Akui Keunggulan Generasi Muda
Meski kritis, Buffett juga mengakui bahwa generasi penanammodal muda mempunyai kelebihan yang tidak dia miliki.
Menurutnya, mereka tumbuh berbareng teknologi baru dan lebih memahami industri seperti Web3, AI, dan ekosistem digital lainnya.
“Saya sendiri pun tidak lagi berupaya mengejar pemahaman di sektor-sektor baru tersebut, lantaran merasa tidak mempunyai edge dibanding generasi yang lebih muda,” kata Buffet.
Berkshire Tetap Bertahan di Pinggir Kripto
Di bawah kepemimpinan baru CEO Greg Abel, Berkshire Hathaway tetap mengambil posisi konservatif.
Perusahaan sekarang memegang kas dalam jumlah besar, mencapai sekitar US$ 397 miliar, dan belum menunjukkan minat untuk masuk ke instrumen kripto, termasuk ETF Bitcoin spot.
Pendekatan ini mencerminkan strategi klasik Buffett, ialah menunggu kesempatan yang betul-betul jelas, bukan mengejar tren.
Menariknya, Buffett tetap membuka ruang optimisme. Ia menegaskan bahwa kesempatan terbaik justru sering muncul ketika pasar berada dalam kondisi panik.
Pernyataan ini relevan dengan kondisi saat ini, di mana pasar mata duit digital sempat mengalami tekanan besar dalam setahun terakhir, sementara pasar saham justru mencetak rekor baru.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·