Kincai Media – Aktivitas stablecoin di pasar mata duit digital mulai menunjukkan tanda perlambatan meski total suplai dan jumlah penggunanya terus bertambah. Dalam 30 hari terakhir, volume transfer stablecoin bulanan turun nyaris 20 persen. Penurunan ini menandakan lebih sedikit biaya yang bergerak di jaringan blockchain dibanding bulan sebelumnya.
Berdasarkan informasi dari RWA.xyz, volume transfer stablecoin selama 30 hari terakhir turun 19,18 persen menjadi US$ 8,31 triliun per 28 April. Di sisi lain, kapitalisasi pasar stablecoin justru naik 2,06 persen menjadi US$ 305,29 miliar.

Jumlah holder stablecoin juga meningkat 2,32 persen menjadi 246,94 juta pengguna, sementara jumlah alamat aktif bulanan naik tipis 0,26 persen menjadi 51,28 juta.
Dana Masuk Stablecoin, Tapi Aktivitas On-Chain Melambat
Perbedaan arah antara kenaikan supply dan turunnya volume transfer menunjukkan bahwa pertumbuhan stablecoin belum sepenuhnya diikuti peningkatan kegiatan transaksi on-chain.
Artinya, semakin banyak biaya yang masuk ke aset mata duit digital berbasis dolar, tetapi biaya tersebut condong “diam” dibanding aktif dipindahkan antar wallet alias blockchain.
Dalam periode yang sama, arus biaya terbesar tetap dipimpin oleh Tether USDT dengan tambahan US$ 3,6 miliar. Circle USDC menyusul dengan inflow sekitar US$ 2 miliar, sementara DAI dari MakerDAO mencatat tambahan US$ 1,2 miliar.
Baca Juga: Kenapa Trader Sering Rugi Setelah Profit? Ini Jawabannya
Sebaliknya, Ethena USDe mengalami outflow terbesar sebesar US$ 1,1 miliar. Stablecoin PYUSD milik Paxos juga mencatat arus keluar sekitar US$ 509 juta.
Aktivitas Stablecoin Sebelumnya Sempat Menguat
Penurunan volume transfer ini terjadi setelah sebelumnya beberapa blockchain utama menunjukkan peningkatan kegiatan stablecoin yang cukup kuat.
Dalam laporan Q2 Signals Report, Fidelity mengutip informasi Coin Metrics yang menunjukkan nilai transfer stablecoin di jaringan Ethereum sempat melampaui rata-rata historisnya. Total transfer stablecoin Ethereum selama 12 bulan terakhir apalagi disebut telah menembus US$ 18 triliun.
Fidelity menilai tren tersebut menunjukkan utilitas jaringan blockchain tetap tetap memperkuat meski nilai aset mata duit digital bergerak melemah.
Menurut perusahaan tersebut, stablecoin sekarang semakin banyak digunakan untuk pembayaran, settlement, hingga akses dolar secara on-chain, bukan hanya sekadar perangkat trading kripto.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·