Bitcoin Jadi Alat Bayar Minyak? Ini Rencana Besar Iran

Apr 12, 2026 10:04 PM - 3 minggu yang lalu 25926

Kincai Media – Komunitas mata duit digital saat ini tengah menyoroti laporan bahwa Iran mempertimbangkan penggunaan Bitcoin (BTC) sebagai perangkat pembayaran bagi kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini disebut sebagai upaya untuk menghindari hukuman finansial Amerika Serikat, sekaligus membuka kemungkinan penggunaan Bitcoin dalam perdagangan dunia skala besar.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Dalam skenario yang dilaporkan, operator kapal tanker diwajibkan mengirim perincian kargo, menerima perkiraan biaya sekitar US$ 1 per barel, lampau melakukan pembayaran dalam hitungan detik.

Dengan volume perdagangan sebesar itu, apalagi biaya mini berpotensi menghasilkan puluhan juta dolar per hari bagi Iran.

Kenapa Bitcoin Dipilih?

Bitcoin mempunyai kelebihan utama dibanding stablecoin seperti Tether alias USD Coin.

Stablecoin dapat dibekukan oleh penerbitnya jika mengenai dengan entitas yang terkena sanksi. Sebaliknya, Bitcoin berkarakter desentralisasi dan tidak dapat dikontrol oleh pihak tunggal, sehingga lebih susah untuk disensor.

Analis dari Galaxy Digital, Alex Thorn, menyebut bahwa meskipun Bitcoin menjadi kandidat utama, Iran juga kemungkinan mempertimbangkan pengganti lain seperti mata duit yuan China alias stablecoin.

Baca Juga: Santiment Bongkar Isu Terpanas Kripto Hari Ini

Tantangan Teknis

Untuk mendukung pembayaran instan, sistem ini kemungkinan bakal memanfaatkan Lightning Network, solusi layar kedua Bitcoin yang kemungkinan transaksi sigap dan murah.

Namun, ada keterbatasan. Transaksi terbesar di Lightning Network saat ini hanya sekitar US$ 1 juta, sementara pembayaran mengenai minyak bisa jauh lebih besar.

Sebagai alternatif, pembayaran bisa dilakukan langsung di jaringan utama (on-chain), meskipun memerlukan waktu lebih lama.

Potensi Dampak Global

Jika rencana ini terealisasi, ini bakal menjadi salah satu penggunaan Bitcoin terbesar dalam perdagangan internasional.

Selain membuka sumber permintaan baru bagi Bitcoin, langkah ini juga berpotensi mendorong negara lain yang terkena hukuman untuk mengikuti pendekatan alternatif.

Untuk saat ini, rencana tersebut tetap dalam tahap wacana. Namun jika betul diterapkan, ini bisa menjadi titik kembali dalam sistem pembayaran lintas negara di era geopolitik yang semakin kompleks.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya