Terduga Insider Raup Rp9,7 Miliar Dari Prediksi Perang

Apr 09, 2026 02:01 PM - 3 minggu yang lalu 30489

Kincai Media – Sekelompok akun yang diduga mempunyai info lebih awal (insider) dilaporkan meraup untung besar dari pasar prediksi mata duit digital Polymarket mengenai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan kajian firma on-chain Bubblemaps, golongan tersebut menghasilkan lebih dari US$ 600.000 alias sekitar Rp 9,7 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.

Keuntungan tersebut diperoleh dari perjanjian prediksi yang berangkaian dengan waktu terjadinya gencatan senjata. Akun-akun yang teridentifikasi, di antaranya “djijaij83jdo4jdlwjflsg”, “Elonfax89678”, dan “Skoobidoobnj, dilaporkan meraih sekitar US$ 611.000 setelah pengumuman dari Donald Trump.

Mereka memasang taruhan pada skenario gencatan senjata terjadi sebelum 7 April dan 15 April, yang akhirnya terbukti benar.

Meski demikian, tidak semua taruhan mereka berhasil. Kelompok ini juga sempat mengalami kerugian nyaris US$ 50.000 dari prediksi yang melesat mengenai tenggat waktu sebelumnya.

Menurut Bubblemaps, golongan akun ini telah aktif sejak 2024 dan secara konsisten sukses memprediksi beragam peristiwa militer besar, termasuk serangan mendadak yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam periode sebelumnya, mereka apalagi mencatat untung hingga US$ 1,2 juta dari taruhan mengenai tindakan militer tersebut.

“Cluster ini telah berulang kali memenangkan taruhan mengenai operasi militer yang tidak terduga,” ungkap perwakilan Bubblemaps.

Baca Juga: Pasar Kripto Langsung Bereaksi Pada Pengumuman Terbaru Presiden Amerika

Meski pola kemenangan mereka mencurigakan, Bubblemaps menegaskan bahwa belum ada bukti pasti bahwa akun-akun tersebut mempunyai akses ke info rahasia.

Firma tersebut menyebut bahwa ukuran taruhan yang besar dan timing yang tepat belum cukup untuk membuktikan adanya insider trading.

Namun, rekam jejak mereka yang sering tepat dalam memprediksi peristiwa mendadak menimbulkan spekulasi bahwa mereka mungkin mempunyai akses info yang lebih baik dibanding trader biasa.

Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi mengenai insider trading di platform prediction market.

Gubernur California, Gavin Newsom, sebelumnya telah mengkritik praktik ini dan menuding adanya potensi penyalahgunaan info oleh pihak internal pemerintahan.

Sebagai respon, sejumlah platform seperti Kalshi mulai memperketat aturan, termasuk melarang politisi dan pihak mengenai untuk ikut berbisnis pada pasar prediksi tertentu.

Bahkan, kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya, seperti trader yang meraup lebih dari US$ 430.000 dari prediksi politik di Venezuela, hingg kasus perseorangan yang menggunakan info militer rahasia untuk trading.

Koalisi Prediction Markets yang mewakili sejumlah perusahaan besar seperti Coinbase dan Robinhood menegaskan bahwa penggunaan info non-publik dalam trading adalah ilegal.

Mereka juga mendorong agar industri ini tetap berada dalam pengawasan ketat regulator, termasuk penerapan sistem Know Your Customer (KYC) untuk mencegah penyalahgunaan.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya