Kincai Media ,Rasulullah SAW mengungkap rahasia di kembali ucapan terputus-putus seorang sahabat menjelang ajalnya yang sempat membikin sang istri kebingungan. Dalam kisah yang dikutip dari kitab 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW, terungkap bahwa setiap kalimat yang diucapkan saat sakaratul maut merupakan corak penyesalan sang sahabat lantaran tidak memberikan kebaikan terbaiknya saat memandang besarnya jawaban pahala di akhirat.
Pada suatu ketika, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW meninggal. Kemudian, Rasulullah SAW mengantarkan jenazahnya hingga pemakaman.
Pulang dari pemakaman, Rasulullah SAW melayat family almarhum. Beliau menghibur mereka dan berpesan agar tetap bersabar dan tawakal menghadapi musibah tersebut. "Apakah sebelum meninggal, almarhum mewasiatkan sesuatu?” tanya Rasulullah SAW.
“Aku mendengar dia mengatakan sesuatu di antara napasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal,” jawab istri dari sahabat Rasul yang meninggal.
Rasulullah SAW bertanya lagi, “Apa yang dikatakannya?” Istri dari sahabat Rasul yang meninggal menjawab, "Aku tidak tahu, wahai Rasulullah. Apakah ucapannya itu sekadar rintihan sebelum meninggal, ataukah dia kesakitan lantaran dahsyatnya sakaratul maut. Aku tidak bisa menangkap ucapannya lantaran terputus-putus.”
Rasulullah SAW bertanya lagi, “Apa yang dia ucapkan?” Ia menjawab, "Andai lebih lama lagi, umpama yang tetap baru, umpama semuanya. Hanya kata-kata itu yang tertangkap telingaku. Sungguh saya tidak tahu maksudnya."
Rasulullah SAW tersenyum kemudian bersabda, "Sungguh, ucapan suamimu itu betul adanya. Seperti ini ceritanya. Suatu hari, dia melangkah sigap ke masjid untuk menunaikan shalat Jumat. Di tengah jalan, dia berjumpa dengan orang buta yang juga hendak ke masjid."
"Orang buta itu melangkah tersandung-sandung lantaran tidak ada yang menuntun. Maka, suamimu membimbingnya sampai ke masjid. Ketika hendak menghembuskan napas terakhirnya, dia memandang pahala kebaikan salehnya itu sehingga dia berkata, ‘Andai lebih lama lagi’. Maksudnya, seandainya dulu dia menuntun orang buta itu lebih lama lagi, pasti pahalanya lebih besar."
"Kalimatnya yang kedua dia ucapkan lantaran suatu hari dia pergi ke masjid pagi-pagi di tengah cuaca yang sangat dingin. Di tepi jalan, dia memandang seorang laki-laki tua duduk dengan tubuh menggigil. Hampir saja, orang tua itu meninggal kedinginan. Kebetulan, suamimu mengenakan dua buah mantel, yang lama dan yang baru.
Seorang Muslim tengah bersedekah (ilustrasi)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·