Hidup Lebih Lapang Dengan Banyak Bersyukur

Apr 10, 2026 08:45 PM - 3 minggu yang lalu 29397

Bersyukur kepada Allah (ilustrasi).

Kincai Media , JAKARTA -- Allah SWT memerintahkan manusia untuk berterima kasih atas segala nikmat yang Dia berikan. Namun, kebanyakan insan condong lalai dari perintah tersebut. “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (QS al-Baqarah: 243).

Padahal, tidak ada argumen untuk enggan bersyukur. Menjadi manusia adalah satu perihal esensial yang patut disyukuri. Manusia merupakan satu-satunya makhluk yang diciptakan langsung dengan “kedua Tangan Tuhan.” “Khalaqtu bi yadayya,” begitu firman Allah dalam surah Shad ayat 75. “Dan Kami lebihkan mereka (manusia) dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” (QS al-Isra’: 70).

Sebagai Muslimin, nikmat menjadi manusia pun ditambahi pula dengan ketaatan dan Islam. Dengan meningkatkan intensitas rasa syukur, insya Allah kita dapat mencapai predikat takwa. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah Anda meninggal melainkan dalam keadaan berakidah Islam” (QS Ali Imran: 102).

Bertambahnya nikmat

Syukur berangkaian pula dengan keberkahan. Seseorang yang giat bersyukur, insya Allah, bakal dikaruniai hidup penuh berkah. Ia bakal merasa tercukupi dengan berapa pun rezeki yang diperolehnya.

Bahkan, Allah Ta’ala berjanji bakal menambah nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika Anda bersyukur, niscaya Aku (Allah) bakal menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika Anda mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat’” (QS Ibrahim: 7).

Dengan demikian, kegunaan dari banyak-banyak berterima kasih bakal kembali pada diri orang yang bersangkutan. “Barang siapa yang berterima kasih kepada Allah, maka sesungguhnya dia berterima kasih untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji” (QS Luqman: 12).

Selengkapnya