Kincai Media – Bitcoin (BTC) berada di atas fase krusial setelah menyenuth area yang dipantau trader sebagai area breakout-retest. Salah satu trader centang biru di media sosial X, dengan nama akun Zord mengatakan dia sebelumnya memperkirakan nilai bakal turun menguji area abu-abu US$ 94.200 – US$ 93.400, yang menurutnya berpotensi menjadi level krusial untuk mengonfirmasi breakout.
Zord menjelaskan, pergerakan turun terbaru menghasilkan wick hingga sekitar US$ 94.300, dan pada momen itu dia menutup seluruh posisi short yang dibuka dari US$ 97.200. Meski dia mengakui belum sepenuhnya percaya proses retest sudah betul-betul tuntas, dia menilai kondisi pasar saat ini tetap ‘cukup sehat’ lantaran nilai tetap memperkuat di atas area support utama.

“Preferensi saya adalah memandang satu kali sentuhan lagi ke arah US$ 93.400 untuk menyempurnakan retest,” ungkap Zord.
Namun, pesan utamanya lebih tegas, ialah selama Bitcoin tetap memperkuat di atas US$ 93.400 dan US$ 92.000 dia menilai tidak ada argumen untuk mencari posisi short.
“Dalam skenario bearish, trader justru lebih baik menunggu ‘upper sweeps’ terlebih dulu,” ujarnya.
Sebagai inforrmasi, upper sweep merupakan pergerakan ke atas yang menyapu likuiditas sebelum membuka kesempatan short yang lebih masuk logika secara struktur.
$BTC Important Update
>I expected price to touch that grey zone which was $94.2k to $93.4k which should act as significant breakout and retest.
>Our wick came till $94.3k where I exited my shorts from $97.2k completely. Although I am not completely convinced price has… https://t.co/F2awZJFY7u pic.twitter.com/MXBiXgOvHT
Baca Juga: Momentum Bitcoin Memudar, Perdebatan Bull vs Bear Menguat
Sementara dalam postingan sebelumnya, Zord menyebut bahwa peta ‘max pain’ bisa membantu trader memandang di mana pasar paling mungkin ‘menyakitkan’ posisi yang terlalu padat. Dari situ, trader bisa menentukan area eksekusi yang lebih masuk akal.
Berdasarkan informasi yang dia bagikan, Bitcoin saat ini berada di kisaran US$ 95.093. Di atas harga, area short max pain terlihat di kisaran US$ 98.090, sebuah area yang secara praktis sering menjadi ‘magnet likuiditas’ ketika pasar mau menyapu posisi sebelum menentukan arah. Di bawah harga, long max pain terlihat di sekitar US$ 93.389, level yang berpotensi menjadi tujuan pullback ketika pasar melakukan pembersihan posisi long leverage.
“Memahami letak max pain membikin trader tidak asal mengejar harga,” kata Zord.
Menurutnya, jika pasar bergerak naik, maka kandidat ‘sweep’-nya adalah area sekitar US$ 98.000 yang bisa memicu reaksi tajam, baik untuk melanjutkan tren setelah penyerapan likuiditas, maupun menjadi tempat pembalikan jika pembeli kandas menindaklanjuti.
Sebaliknya, jika pasar melemah, area bawah yang berdekatan dengan level-level struktural krusial (termasuk pembukaan tahunan) berpotensi menjadi area uji yang menentukan apakah pembeli tetap betul-betul bertahan.
“Pasar sering bergerak menuju titik yang paling ‘menghukum’ posisi ramai,” pungkas Zord.
$BTC You can clearly see the best areas for executing a trade when you know where the max pain lies…
One is a signifcant yearly opening level and the other wine is a potential high sweep zone above a local top. pic.twitter.com/Tof90QTGI0
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·