
cara menggoreng jengkol agar lembek | foto ilustrasi: Gemini AI; foto: YouTube/Arumi Bachsin
Kincai Media - Siapa yang menyangka jika Arumi Bachsin, artis yang dikenal elegan, rupanya fans berat jengkol dan pete? Hal itu terungkap saat dia diwawancarai oleh pembimbing viral Pak Ribut, dan jadi obrolan yang mengundang tawa banyak orang.

Arumi Bachsin suka jengkol
© 2026 YouTube/Arumi Bachsin
Tapi jika dipikir-pikir, jengkol memang punya daya tarik tersendiri — rasanya khas, gurih, dan jika diolah dengan ramuan yang tepat, hasilnya bisa sangat menggugah selera.
Nah, buat sesama fans jengkol, ada satu trik yang sayang untuk dilewatkan. Trik ini bisa membikin jengkol goreng tetap lembek meski sudah dingin dan disimpan berhari-hari — cukup dengan satu bahan dapur yang pasti ada di rumah.
Jengkol dan Masalah Klasiknya: Bau dan Tekstur yang Alot
Jengkol adalah salah satu bahan makanan yang mempunyai fans loyal di Indonesia. Diolah dengan beragam ramuan — dari semur, rendang, sambal, hingga sekadar digoreng dengan taburan garam — jengkol bisa jadi lauk yang susah ditolak.
Namun ada dua "hambatan" yang kerap membikin orang berpikir dua kali sebelum memasaknya. Pertama, aromanya. Bau tak sedap pada jengkol berasal dari kandungan senyawa sulfur berjulukan djenkolic acid alias masam jengkolat. Senyawa inilah yang membikin aroma jengkol cukup menyengat, apalagi ada yang menggambarkannya seperti aroma pesing.
Kedua, teksturnya yang keras dan alot. Jengkol butuh proses pengolahan unik agar bisa betul-betul lembek dan nyaman dikunyah.
Cara Biasa Memang Ampuh, tapi Butuh Waktu Lama
Sebagian orang mengatasi kedua masalah itu dengan merendam jengkol semalaman dalam air cucian beras. Ada pula yang merebusnya berbareng sejumlah rempah dan serbuk kopi — langkah ini dinilai efektif baik untuk mengurangi aroma maupun membikin tekstur jengkol lebih lunak.
Kedua metode itu memang terbukti ampuh. Tapi ada satu kekurangan yang tidak bisa diabaikan: waktunya sangat lama. Merendam butuh semalam penuh, sementara merebus bisa menyantap waktu hingga berjam-jam. Belum lagi konsumsi gas yang tidak sedikit.
Padahal jika tahu triknya, ada langkah yang jauh lebih singkat untuk mendapatkan jengkol yang lembek dan bebas aroma — tanpa perlu merendam, tanpa perlu merebus berjam-jam.
Trik Menggoreng Jengkol dengan 1 Bahan Dapur: Air Panas
Pengguna YouTube Hilsa Maspupah pernah membagikan trik ini, dan hasilnya bikin banyak orang tercengang. Alih-alih melalui proses perebusan panjang, beliau memilih jalur menggoreng dengan tambahan satu bahan sederhana: air panas mendidih.
Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, ada satu perihal yang perlu dipahami lebih dulu. Jengkol goreng biasa memang punya "kelemahan" — saat tetap hangat, teksturnya terasa empuk, tapi begitu dingin, teksturnya berubah mengeras. Penambahan air panas saat menggoreng bekerja seperti teknik mengukus, yang membikin jengkol lebih sigap lunak dari dalam tanpa perlu direbus terlebih dahulu, sehingga teksturnya tetap lembek setelah dingin.
Itulah kenapa trik ini berbeda dari sekadar menggoreng biasa.
Langkah-Langkah Menggoreng Jengkol Pakai Air Panas
Bahan:
- 300 gram jengkol tua
- Minyak goreng secukupnya
- 200 ml air panas mendidih
- Garam secukupnya (untuk taburan)
Langkah 1 — Pilih jengkol tua, belah, dan pangkas kecil

foto: YouTube/Hilsa Maspupah
Gunakan jengkol yang sudah tua lantaran jengkol tua condong lebih lembek setelah dimasak dan aromanya lebih mudah dikurangi dibandingkan jengkol muda. Setelah dipilih, belah jengkol menjadi dua lampau potong-potong menjadi beberapa bagian lebih kecil. Jangan merebus jengkol dalam kondisi utuh besar, potongan mini membantu proses pematangan jauh lebih merata dan cepat.
Langkah 2 — Goreng jengkol sembari angkat kulit yang mengelupas

foto: YouTube/Hilsa Maspupah
Panaskan minyak secukupnya dalam wajan. Begitu minyak sudah panas, masukkan potongan jengkol tadi. Goreng sembari terus dibolak-balik agar matangnya merata. Saat proses menggoreng berlangsung, kulit jengkol bakal mengelupas dengan sendirinya. Angkat dan singkirkan kulit-kulit yang sudah terkelupas itu agar tidak ikut tercampur. Lanjutkan hingga seluruh jengkol betul-betul bersih dari kulit.
Langkah 3 — Tuang air panas mendidih ke dalam wajan

foto: YouTube/Hilsa Maspupah
Saat jengkol sudah mulai separuh matang dan bersih dari kulit, tuang 200 ml air panas mendidih langsung ke dalam wajan penggorengan. Hati-hati saat menuang lantaran pertemuan air dan minyak panas bakal menimbulkan letupan — jauhkan wajah dari wajan. Aduk-aduk jengkol kembali dan biarkan hingga matang sempurna.
Proses inilah yang menjadi kunci, air panas mengukus jengkol dari dalam sekaligus membantu menguapkan senyawa penyebab bau, sehingga dua masalah utama jengkol teratasi sekaligus dalam satu tahap.
Langkah 4 — Angkat, tiriskan, dan sajikan

foto: YouTube/Hilsa Maspupah
Setelah jengkol matang sempurna, angkat dan tiriskan. Bisa langsung ditaburi garam dan disantap saat itu juga, alias disimpan sebagai stok lauk untuk beberapa hari ke depan. Meski disimpan dalam kondisi dingin berhari-hari, tekstur jengkol bakal tetap lembut dan aromanya sudah tidak menyengat.
Tips Tambahan agar Hasilnya Makin Maksimal
- Jangan goreng dengan api terlalu besar. Jika jengkol dimasak di api besar, bagian luar bakal menjadi keras sementara bagian dalamnya belum matang sempurna. Api sedang condong lebih ideal.
- Simpan dalam wadah rapat udara. Jengkol goreng yang sudah matang dan didinginkan bisa disimpan di wadah rapat udara di suhu ruang selama 1–2 hari, alias di lemari es selama 3–5 hari.
- Kuah rebusan alias minyak jejak goreng jengkol jangan langsung dibuang. Bisa dimanfaatkan sebagai ramuan dasar untuk masakan lain seperti tumisan alias nasi goreng jengkol.
FAQ
1. Kenapa jengkol goreng biasa selalu keras setelah dingin?
Ini terjadi lantaran proses menggoreng menggunakan panas kering yang hanya mematangkan bagian luar jengkol dengan cepat. Bagian dalam tidak sempat melunak secara merata, sehingga saat suhu turun, serat jengkol kembali memadat. Penambahan air panas saat menggoreng bekerja seperti teknik mengukus yang melunakkan jengkol dari dalam, sehingga teksturnya tetap lembek setelah dingin.
2. Apakah kudu pakai air panas mendidih, alias cukup air hangat?
Sebaiknya gunakan air yang betul-betul mendidih alias mendekati titik didih. Air panas menghasilkan uap yang cukup untuk mengukus bagian dalam jengkol sekaligus membantu menguapkan senyawa sulfur penyebab bau. Air hangat tidak menghasilkan pengaruh yang sama lantaran uapnya kurang intens.
3. Apakah jengkol muda bisa diolah dengan trik yang sama?
Bisa, tapi hasilnya kurang optimal. Jengkol muda tidak perlu direbus terlebih dulu — cukup direndam sebentar, lampau digoreng menggunakan api mini agar bagian dalamnya betul-betul matang. Jengkol tua lebih direkomendasikan untuk metode ini lantaran teksturnya yang lebih padat merespons teknik pengukusan dalam minyak dengan lebih baik.
4. Apakah aroma jengkol betul-betul bisa lenyap sepenuhnya dengan trik ini?
Berkurang signifikan, tapi tidak 100% hilang. Aroma jengkol yang kuat dan unik sebenarnya tidak betul-betul bisa dihilangkan begitu saja lantaran aroma ini bakal tetap ada meski beragam langkah dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah meminimalkannya hingga tidak lagi mengganggu — dan trik air panas ini cukup efektif untuk itu.
5. Bolehkah menambahkan ramuan langsung saat proses menggoreng dengan air panas?
Boleh, tapi lebih baik ditambahkan setelah air panas menguap dan jengkol sudah matang. Menambahkan ramuan terlalu awal saat tetap ada air di wajan bisa membikin ramuan ikut menguap dan rasa yang dihasilkan kurang optimal. Tambahkan garam, bawang goreng, alias ramuan lainnya di akhir proses untuk hasil yang lebih meresap dan tahan lama.
(brl/tin)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·