Perumpamaan Sifat Abu Bakar

Jan 21, 2026 09:00 AM - 3 bulan yang lalu 97210

Kincai Media , JAKARTA -- Ketika kaum Muslimin mendapatkan kemenangan dalam Perang Badar dan pulang ke Madinah, Nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk dimintai pendapat tentang apa yang kudu dilakukan terhadap para tawanan perang.

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu berkata, "Wahai Rasulullah, mereka (tawanan perang) tetap kerabat kita. Kenapa kita tidak mengarahkan mereka bayar tebusan saja? Tebusan itu kelak dapat kita manfaatkan sebagai bekal untuk memperkuat pasukan Islam. Mudah-mudahan Allah memberi petunjuk kepada mereka, sehingga mereka menjadi pendukung kita."

Nabi Muhammad SAW berkata, "Bagaimana menurut kamu, wahai Umar bin Khattab?”

Karena Umar bin Khattab adalah orang yang keras dan tegas dalam memegang kebenaran.

Umar bin Khattab langsung berkata, "Demi Allah, saya tidak sependapat dengan Abu Bakar. Menurutku, sebaiknya engkau biarkan kami membunuh mereka semua, meski mereka ada ikatan kekerabatan dengan kami, seperti saya terhadap si fulan (kerabat dekat Umar), Ali bin Abi Thalib kepada saudaranya, Hamzah kepada saudaranya, Abbas, dan lain sebagainya. Semua ini dilakukan agar mereka sadar bahwa tidak ada pembebasan bagi orang-orang yang menyekutukan Allah, apalagi mereka adalah para pemimpinnya."

Sementara Abdullah bin Rawahah berpendapat, “Wahai Rasulullah, menurutku sebaiknya mereka (tawanan perang) dijebloskan saja ke dalam lembah yang penuh dengan kayu bakar, lampau bakarlah mereka."

Nabi Muhammad SAW kemudian menghentikan musyawarah tersebut untuk sementara dan masuk ke rumah. Tidak lama kemudian Nabi Muhammad SAW keluar dan para sahabat saat itu terpecah menjadi tiga pendapat. Yaitu pendapat Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Abdullah bin Rawahah.

Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah Maha Kuasa melunakkan hati seseorang sehingga menjadikannya lebih lembut dari air susu. Allah juga Maha Kuasa mengeraskan hati seseorang, sehingga menjadikannya lebih keras daripada batu."

"Adapun kamu, wahai Abu Bakar, hati Anda lembut seperti lembutnya hati Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang berbicara (kepada kaumnya), 'Bahwa barangsiapa yang mengikutiku, sesungguhnya dia termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakaiku, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"

"Sifat Anda juga lembut seperti Nabi Isa 'alaihis salam yang bermohon (kepada Allah tentang kaumnya), 'Jika Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.'"

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Adapun kamu, wahai Umar, seperti Nabi Nuh 'alaihis salam yang mengatakan bahwa ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Juga seperti Nabi Musa 'alaihis salam yang mengatakan bahwa Ya Tuhan kami, binasakanlah kekayaan barang mereka, dan kuncilah hati mereka, maka mereka tidak beragama hingga mereka memandang siksaan yang pedih."

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya kalian mempunyai tanggungjawab dan memerlukan harta. Maka, janganlah kalian lepaskan mereka, selain bayar tebusan alias (jika tidak bayar tebusan) mengeksekusi mereka."

Rasulullah SAW akhirnya memilih pendapat Abu Bakar.

Selengkapnya