Kincai Media , JAKARTA— Allah SWT memberikan kemuliaan kepada Rasulullah SAW berupa telaga (al-haudh). Keberadaan telaga itu pun banyak dijelaskan dalam beragam riwayat.
Beberapa riwayat tersebut adalah sebagai berikut:
Pertama, riwayat dari Sahl bin Sa’ad RA. Rasulullah SAW sallam- bersabda:
إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ ، وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا ، لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ ، فَأَقُولُ : إِنَّهُمْ مِنِّي ، فَيُقَالُ : إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ ، فَأَقُولُ : سُحْقًا ، سُحْقًا ، لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي
“Saya menunggu kalian di “Haudh” (telaga), peralatan siapa yang melewati saya dia bakal meminum air telaga tersebut, dan bagi siapa saja yang meminumnya maka dia tidak bakal merasa haus selamanya. Ada beberapa kaum yang mendatangiku, saya mengetahui mereka, dan mereka mengetahuiku, kemudian mereka dihalangi untuk sampai kepadaku, maka saya berkata, “Mereka adalah termasuk golonganku”.
Maka dikatakan, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka perbuat sepeninggalmu”. Maka saya bersabda, “Celaka, celaka bagi siapa yang merubah setelahku.” (HR Bukhari 6212 dan Muslim 2290)
Kedua, dari Anas bin Malik bahwa Nabi SAW bersabda:
لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ الْحَوْضَ رِجَالٌ مِمَّنْ صَاحَبَنِي ، حَتَّى إِذَا رَأَيْتتُهُمْ وَرُفِعُوا إِلَيَّ اخْتُلِجُوا دُونِي ، فَلَأَقُولَنَّ : أَيْ رَبِّ أُصَيْحَابِيأُصَيْحَابِي ، فَلَيُقَالَنَّ لِي : إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
English (US) ·
Indonesian (ID) ·