Penggila Emas Klaim Desember Akan Jadi Bulan Maut Bagi Bitcoin

Nov 30, 2025 12:36 PM - 5 bulan yang lalu 164371

Kincai Media – Analis aset emas sekaligus kritikus mata duit digital Bitcoin, Peter Schiff kembali melontarkan peringatan keras. Dalam unggahan terbarunya, dia menyebut bahwa jatuhnya nilai Bitcoin tetap jauh dari selesai dan kemungkinan bersambung sepanjang Desember hingga awal tahun depan.

Melansir dari coingape.com, prediksi ini muncul ketika BTC bersiap menutup November terburuk dalam tujuh tahun terakhir.

Peter Schiff menyoroti bahwa meski Bitcoin mendapat dorongan besar dari hype institusional, termasuk pembelian MSTR dan beragam perusahaan treasury, aset ini sekarang turun secara year-to-date (YTD). Sebaliknya, komoditas emas dan perak sukses naik masing-masing 60 persen dan 95 persen tanpa kampanye pemasaran alias support korporasi.

Ia menilai divergensi antara mata duit digital dan logam mulia ini bakal terus bersambung setidaknya hingga akhir tahun.

BTC sempat mencetak return lebih dari 20 persen setelah menyentuh ATH di nomor US$ 126.000 pada Oktober. Namun, tindakan jual masif yang terjadi pada bulan ini menghapus seluruh untung tersebut. Bitcoin sekarang turun lebih dari 17 persen pada November.

Padahal secara historis, November adalah bulan terbaik bagi Bitcoin, dengan rata-rata kenaikan 41 persen. Tahun ini menjadi pengecualian besar.

Baca Juga: Institusi Diduga Borong Lagi, Bitcoin Bisa Meledak Akhir Tahun

Berbanding terbalik dengan Schiff, Arthur Hayes yang merupakan pendiri dari perusahaan BitMEX menyatakan bahwa BTC kemungkinan sudah menemukan dasarnya. Ia memperkirakan nilai bakal memperkuat di atas US$ 80.000 meski ada tekanan jangka pendek.

Perbedaan pandangan dua figur besar ini mempertegas kondisi pasar yang saat ini berada dalam fase ketidakpastian tinggi.

Menurut CoinGlass, Bitcoin condong menutup Desember di area merah setiap kali November juga ditutup merah, pola yang terjadi pada 2018, 2019, 2021 dan 2022. Dengan November 2025 nyaris pasti berhujung negatif, informasi historis ini kembali memunculkan kekhawatiran pasar.

Di sisi lain, beberapa aspek esensial memberi secercah optimisme:

  • Peluang rate cut 25 bps di FOMC Desember sekarang 85 persen.
  • The Fed bakal menghentikan QT pada 1 Desember, membuka jalan bagi potensi pelonggaran likuiditas.
  • Cathie Wood, dari Ark Invest mengatakan bahwa likuiditas yang terjepit kemungkinan berhujung bulan depan, sesuatu yang biasanya membantu pasar mata duit digital pulih.

Jika katalis makro tersebut merealisasi, tekanan jual pada Bitcoin dapat berbalik menjadi momentum pemulihan.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya