Pasar Kripto Pendarahan Hebat Hingga Tembus Miliaran Dolar Dalam Sepekan Terakhir

Jan 28, 2026 12:04 PM - 3 bulan yang lalu 88747

Kincai Media – Arus keluar dari produk investasi aset digital mencapai US$ 1,73 miliar dalam sepekan terakhir. Ini menandai salah satu bagian penarikan biaya terbesar sejak pertengahan November 2025. Laporan mingguan terbaru CoinShares menyebut tekanan ini mencerminkan suasana pasar yang sedang memburuk, didorong tindakan nilai yang lemah, meredupnya angan pemangkasan suku kembang dalam waktu dekat, serta kekecewaan bahwa mata duit digital belum berfaedah sebagai lindung nilai terhadap pelemahan nilai uang.

Coinshares menilai pola ini mengingatkan pada fase-fase penurunan sebelumnya, ketika penanammodal lebih memilih menepi dan menunggu kepastian arah pasar. Kombinasi kondisi makro yang ketat dan volatilitas yang tinggi membikin selera resiko kembali menurun, apalagi di kalangan penanammodal institusional.

Bitcoin menjadi pusat tekanan, dengan biaya berbasis Bitcoin mencatat penarikan US$ 1,09 miliar, terbesar sejak pertengahan November 2025. Meski produk short-Bitcoin hanya mencatat inflow mini sekitar US$ 0,5 juta, Coinshares menilai nomor tersebut tetap menujukkan kehati-hatian pasar dan adanya sebagian pelaku yang bersiap menghadapi penurunan lanjutan. Laporan trersebut juga menegaskan bahwa sentimen belum pulih secara berfaedah sejak guncangan besar pada 10 Oktober 2025.

Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Produk Ethereum mengalami arus keluar sekitar US$ 630 juta, sementara biaya mengenai XRP mencatat penarikan US$ 18,2 juta. Aset lain seperti Sui juga ikut terdampak dengan outflow US$ 6 juta.

Di tengah risk off ini, ada pengecualian yang menonjol. Solana justru mencatat inflow US$ 17,1 juta. Sejumlah aset lain juga membukukan arus masuk yang lebih kecil, termasuk Binance Coin, Chainlink dan Litecoin, meski angkanya relatif terbatas dibanding arus keluar besar yang terjadi pada aset utama.

Baca Juga: Bitcoin Disebut Dekati Bottom Saat Investor Berbondong ke Emas

Secara regional, penarikan biaya paling besar berasal dari Amerika Serikat, dengan outflow sekitar US$ 1,79 miliar dalam sepekan. Negara-negara Eropa seperti Swedia dan Belanda juga mencatat arus keluar, disusul Hong Kong.

Namun, tidak semua daerah bergerak seragam. Kanada membukukan inflow sekitar US$ 33,5 juta, sementara Swiss dan Jerman juga mencatat arus masuk yang cukup kuat.

Di tengah arus keluar tersebut, Bitcoin tetap bergerak di atas US$ 88.000, tetapi tetap berada dalam tekanan bearish. Petr Kozyakov, Co-Founder dan CEO Mercuryo, menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai fase ‘risk-off’, ketika penanammodal kembali mencari aset lindung niai tradisional.

“Reli emas dan perak mencerminkan pergeseran modal ke safe haven, terutama di tengah meningkatnya resiko geopolitik. Baik penanammodal ritel maupun intitusi tetap defensif, menahan diri untuk tidak menambah eksposur secara agresif,” ungkap Kozyakov.

Tanda melemahnya selera spekulatif juga terlihat pada sektor yang sempat mendominasi perhatian tahun lalu. Aktivitas koin meme, yang sebelumnya menjadi magnet bagi trader ritel, dilaporkan menurun, sementara partisipasi institusional juga mulai surut.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya