Menggali Makna Ijtihad

Jan 23, 2026 06:33 PM - 3 bulan yang lalu 95401

Kincai Media , JAKARTA -- Dalam bahasa Arab, kata ijtihad berasal dari ijtihada-yajtahidu-ijtihadan. Artinya, 'bersungguh-sungguh.' Tindakan bersungguh-sungguh itu dilakukan terhadap perkara yang berat dan sulit, bukan ringan dan mudah. Seorang yang berijtihad--yakni mujtahid--mengerjakan suatu urusan yang berat dan susah secara bersungguh-sungguh.

Adapun makna ijtihad dan mujtahid menurut takrif alias istilah disajikan para ustadz ushul fiqih. Rumusannya sebagai berikut, seperti dikutip dari uraian KH Moenawar Chalil dalam Kembali kepada Al-Qur'an dan as-Sunnah.

"Ijtihad adalah menghabiskan kesanggupan dalam mendapatkan suatu norma syara' yang amali dengan jalan mengeluarkan dari Kitab dan sunnah."

Rumusan lainnya: "Ijtihad adalah menghabiskan kesanggupan seorang fakih (ahli norma agama) untuk menghasilkan zhan (sangkaan) dengan menetapkan satu norma syara', dan orang yang menghabiskan kesanggupannya tentang demikian itu dinamakan mujtahid."

Ijtihad sudah ada sejak era Nabi Muhammad SAW. Seperti diriwayatkan Amr bin Ash, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seorang pengadil menghukumi lampau dia berijtihad, dan ijtihadnya benar, dia bakal mendapatkan dua pahala. Apabila dia menghukumi lampau berijtihad, dan ijtihadnya salah, maka dia bakal menerima satu pahala" (HR Bukhari-Muslim).

Seorang mahir norma kepercayaan bakal berijtihad manakala menjumpai suatu perkara yang tak didapati nash-nya dalam Alquran dan sunnah Nabi SAW.

Pada saat itu, salah seorang sahabat yang dapat berijtihad adalah Mu'adz bin Jabal. Nabi SAW pernah bersabda, "Umatku yang paling mengetahui ihwal legal dan haram adalah Mu'adz bin Jabal."

Ketika Rasulullah SAW hendak mengutusnya ke Yaman, lebih dulu dia ditanya oleh beliau.

"Apa yang menjadi pedomanmu dalam mengadili sesuatu, wahai Mu'adz?" tanya Rasulullah SAW.

"Kitabullah," jawab Mu'adz.

"Bagaimana jika Anda tidak jumpai dalam Kitabullah?" tanya Rasulullah pula.

"Saya putuskan dengan sunah Rasul."

"Jika tidak Anda temui dalam sunah Rasulullah?"

"Saya pergunakan pikiran saya untuk berijtihad dan saya takkan bertindak sia-sia," jawab Mu'adz.

Maka, berseri-serilah wajah Rasulullah. "Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik kepada utusan Rasulullah sebagai yang diridhai oleh Rasulullah," sabda beliau.

Selengkapnya