Keutamaan Puasa 27 Rajab Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Jan 15, 2026 11:24 PM - 3 bulan yang lalu 104646
Keutamaan Puasa 27 Rajab Menurut Syekh Abdul Qadir JailaniKeutamaan Puasa 27 Rajab Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani

Kincai Media – Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia dalam almanak Hijriyah. Bulan ini disebut juga sebagai bulan haram, bulan yang penuh keberkahan, dan momentum untuk memperbanyak kebaikan ibadah. Di antara hari-hari Rajab, tanggal 27 Rajab mempunyai keistimewaan yang luar biasa.

Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani, dalam kitab al-Ghunyah, Jilid I, laman 332, puasa pada 27 Rajab membawa pahala yang sangat besar, apalagi setara dengan puasa puluhan tahun. Syekh Abdul Qadir Jailani menyebutkan:

صام يوم السابع والعشرين من رجب كتب له ثواب صيام ستين شهرًا، وهو أول يوم نزل فيه جبريل على النبي -صلى الله عليه وسلم- بالرسالة

Artinya: “Barang siapa berpuasa pada hari ke-27 Rajab, maka baginya pahala seperti puasa selama enam puluh bulan. Hari itu adalah hari pertama di mana Jibril turun kepada Nabi -ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam- dengan wahyu.”

Dari hadits ini, kita bisa memandang bahwa puasa 27 Rajab bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghubungkan kita dengan peristiwa monumental dalam sejarah Islam, ialah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad. Dengan demikian, puasa ini menjadi ibadah yang sarat makna spiritual dan sejarah.

Tidak hanya itu, Hibatullah meriwayatkan melalui sanadnya dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah dan Salman al-Farisi , bahwa Rasulullah bersabda:

إن في رجب يومًا وليلة من صام ذلك اليوم وقام تلك الليلة كان له من الأجر كمن صام مائة سنة وقامها

Artinya: “Sesungguhnya di bulan Rajab terdapat satu hari dan satu malam; peralatan siapa berpuasa pada hari itu dan qiyam pada malamnya, maka pahalanya seperti orang yang berpuasa seratus tahun dan qiyam seratus tahun.”

Keterangan lebih lanjut menyebutkan, hari dan malam ini jatuh pada tiga hari terakhir bulan Rajab, ialah saat Nabi diutus. Dengan melakukan puasa di siang hari dan qiyamullail di malamnya, seorang hamba mendapatkan pahala yang luar biasa—pahala yang nyaris tak terbayangkan.

Mengapa puasa ini begitu istimewa? Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani, puasa pada tanggal 27 Rajab momentum untuk merenungkan perjalanan dakwah Nabi Muhammad. Ibadah ini menjelaskan kita tentang kesabaran, ketekunan, dan syukur atas turunnya wahyu.

Pun, Puasa 27 Rajab juga menjadi sarana untuk membersihkan hati dari perbuatan maksiat, menyiapkan diri untuk bulan-bulan suci berikutnya, dan menambah kebaikan saleh. Semoga bermanfaat.

Selengkapnya