Kejaksaan Korsel Geger, Bitcoin Milik Negara Senilai Rp 810 Miliar Hilang Disikat Maling

Jan 24, 2026 02:08 PM - 3 bulan yang lalu 92915

Kincai Media – Otoritas Korea Selatan membuka penyelidikan setelah Bitcoin (BTC) sitaan senilai kisaran 70 miliar won (sekitar Rp 810 miliar) dilaporkan lenyap dari aset yang disimpan negara. Kasus ini terungkap usai Kantor Kejaksaan Distrik Gwangju menemukan adanya kekurangan aset finansial hasil penyitaan.

Berdasarkan laporan dari media lokal, Bitcoin tersebut diduga raib setelah kata sandi bocor ke pihak luar. Seorang pejabat kejaksaan menyebut dugaan awal mengarah pada serangan phising, yang terjadi ketika seorang pekerja di lembaga mengenai mengakses situs palsu. Dalam skema seperti ini, pelaku biasanya menyamar sebagai jasa resmi untuk menipu korban agar memberikan kredensial alias akses dompet kripto.

Meski phising bukanlah perihal baru di bumi kripto, kejadian ini menyoroti satu titik rawan, ialah gimana lembaga penegak norma menyimpan aset digital berbobot besar. Seiring mengambil mata duit digital meningkat, makin banyak lembaga di beragam negara menyita dan menahan token hasil kejahatan. Namun, metode kustodi yang digunakan sering kali tidak dipublikasikan, sehingga susah menilai standar keamanan yang dipakai.

Pihak kejaksaan disebut menolak merinci kapan Bitcoin itu disita dan berapa jumlah tepatnya yang hilang, dengan argumen penyelidikan tetap berjalan.

“Kami sedang menyelidiki untuk melacak keadaan dan keberadaan peralatan sitaan. Kami belum bisa mengonfirmasi detil spesifiknya,” kata seorang pejabat penuntutan kepada salah satu media lokal.

Baca Juga: Satu Lagi Koin Meme Gugur 80 Persen, Pengembang Diduga Jadi Biang Kerok

Kasus di Gwangju ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kejahatan finansial berbasis kripto. Di Korea Selatan sendiri, otoritas bear cukai dilaporkan baru saja membongkar jaringan besar pencucian duit mata duit digital awal pekan ini.

Secara global, nilai sitaan mata duit digital yang ditahan lembaga negara juga terus membesar. Coinbase misalnya, pernah menyebut membantu Secret Service Amerika menyita US$ 225 juta aset mata duit digital yang diduga mengenai dengan penipuan, sementara di Inggris sempat mengemuka wacana untuk menahan Bitcoin sitaan berbobot miliaran dolar alih-alih mengembalikannya sebagai kompensasi korban.

Bagi pasar, peristiwa seperti ini biasanya tidak mengubah nilai secara langsung. Namun dari sisi kebijakan dan kepercayaan, dampaknya bisa lebih panjang, ialah kejadian kehilangan aset sitaan berpotensi memicu dorongan agar lembaga negara menerapkan prosedur kustodi yang lebih ketat, audit yang lebih transparan dan pengamanan berlapis untuk akses dompet.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya