Hemat Air Dalam Ajaran Islam

Jan 21, 2026 04:39 PM - 3 bulan yang lalu 97805

Berwudhu. Ilustrasi

Kincai Media ,BOGOR -- Islam adalah kepercayaan universal dan menjadi rahmat bagi sekalian alam (rahmatan li al-'alamin). Dalam masalah lingkungan, Alquran menegaskan,  pembuat alam semesta (langit dan bumi dan di antara keduanya) adalah Allah SWT (QS.2:29, 24:42).

Allah pula yang menurunkan hujan dari langit untuk menyuburkan tumbuhan dan minuman serta menggembalakan ternak. Tergambar, sungguh air merupakan salah satu sumber penghidupan krusial bagi semua mahluk di muka bumi ini. Karenanya keberadaan dan kemurnian sumber air kudu selalu dijaga.

Dari air hujan itu, Allah pula yang menumbuhkan tanaman dan buah-buahan, serta menundukkan siang dan malam, mentari dan bulan serta bintang-bintang. Allah juga yang mengendalikan apa yang diciptakannya di bumi ini dengan beragam jenis dan warna. Dialah yang menundukkan laut agar dapat diambil hasilnya (ikan dan perhiasan). Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi tidak goncang. (QS.16:9-15).

Semuanya itu, agar manusia beragama dan berterima kasih atas nikmat-Nya. (QS.14:7).Dari semua yang diciptakan itu, manusia hendaknya tidak melakukan kerusakan di muka bumi. Janganlah Anda melakukan kerusakan dimuka bumi (QS.2:11-12, 7:85). Janganlah melakukan kerusakan setelah dilakukan perbaikan (QS.7:56, 85). Sesungguhnya kreator kerusakan itu adalah manusia sendiri, baik di darat maupun di laut (QS.30:41).

Bagaimana terjadinya hujan, Alquran pun menceritakannya. ''Tidakkah Engkau memandang bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan kemudian mengumpulkannya, lampau Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lampau engkau memandang hujan keluar dari celah-celahnya. Dan Dia juga menurunkan (butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakanNya butiran itu kepada siapa yang dikehendakiNya. (QS.24:43).

Almarhum KH Ali Mustafa Ya'kub, yang merupakan seorang master sabda dan pernah menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal, pernah mengatakan, di samping Alquran, banyak sabda Nabi SAW yang menegaskan pentingnya umat manusia menjaga dan melestarikan lingkungan, termasuk air. ''Salah satunya, Nabi melarang membunuh hewan galak dan katak. Tujuannya untuk menjaga ekosistem. Keseimbangan ekosistem alam juga bakal berujung pada menjamin tersedianya sumber air yang berkualitas,'' kata Kiai Ya'kub kepada Republika beberapa tahun lalu.

Selain itu, dalam perihal pemanfaatan air, Islam juga melarang umatnya untuk melakukan royal dan membuang-buang air dalam jumlah besar disaat berwudlu, sekalipun. ''Termasuk saat berwudlu di laut alias di sungai pun tidak diperkenankan menggunakan air secara berlebihan,'' tegasnya.

Bayangkan sungguh pentingnya ajaran Islam mengenai air. Kalau untuk bersuci sebelum shalat saja tidak diperbolehkan untuk melakukan pemborosan, maka seharusnyalah air tak dibuang percuma, apalagi dicemari. Manajemen penggunaan air menjadi masalah krusial dalam Islam.

sumber : Dok Republika

Selengkapnya