Kisah Syekh Yasin Al-fadani Berkelana Mencari Ilmu

Jan 28, 2026 03:10 PM - 3 bulan yang lalu 89825

Kincai Media , JAKARTA -- Syekh Yasin al-Fadani mempunyai sanad yang panjang hingga ke generasi klasik. Hal itu membuktikan dirinya sebagai ustadz besar. Berikut ini adalah contoh sanad sang syekh mengenai kitab Shahih Bukhari, sebagaimana dikutip dari al-Aqd al-Farid.

Syekh Muhammad Yasin al-Fadani menerima dari Syekh Muhammad ‘Ali bin Husain bin Ibrahim al-Maliki al-Makki; dari al-Allamah al-Sayyid Abi Bakar bin Muhammad Satha al-Makki; dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan al-Makki; dan dari Utsman bin Husain al-Dimyathi.

Selanjutnya, diterimanya dari al-Allamah Abdullah bin Hijazi al-Syarqawy; dari Syamsuddin al-Hanafy; dari Abdul ‘Aziz al-Ziyadi; dari Muhammad bin Ala al-Babili; dari Syekh Salim al-Syanhury al-Mashry; dan dari al-Najm Muhammad bin Ahmad al-Ghaythy.

Sanad bersambung kepada al-Qadhi Zakaria al-Anshary; dari al-Hafizh bin Hajar al-Atsqalany; dari Imam Abu Ishaq al-Tanukhy; dari Abi Abbas Ahmad bin Abi Thalib al-Hajjar; dari Siraj al-Din bin Mubarak al-Zubaidy al-Baghdady.

Sanad selanjutnya, dari ‘Abd al-Awwal bin Isa al-Sajazi; dari Abu al-Hasan ‘Abd al-Rahman al-Dawudi; dari ‘Abd Allah bin Ahmad al-Syarkhasyi; dari bin Mathar al-Farbari; dari al-Imam Abu Abd Allah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah al-Bukhari.

Gemar berkelana

Di antara penyebab Syekh Yasin al-Fadani memiki begitu kaya sanad adalah kegigihannya dalam berkelana. Dia mengunjungi banyak negeri untuk mendapatkan sanad yang runtut.

Ada sekitar 700 pembimbing yang dijumpainya dalam perjalanan. Rutenya antara lain, ke Yaman, Mesir, Palestina, Lebanon, Suriah, Irak, Pakistan, India, dan Nusantara.

Adapun nama-nama ustadz terkemuka yang masuk ke dalam sanad Syekh Yasin adalah Kuzbari, Ibn Hajar al-Haitami, Abdul Baqi al-Ba'li, Khalifah an-Nabhan, Sayyid Muhsin al-Musawi, Muhammad Ali al-Maliki, Umar Hamdan, dan Ahmad al-Mukhallalati.

Syekh Yasin al-Fadani telah menulis tidak kurang dari 70 kitab tentang pengetahuan sanad. Itu termasuk total kitab yang telah ditulisnya, ialah 97 judul. Sampai saat ini, buku-buku karyanya tetap menjadi rujukan di pelbagai lembaga, semisal kampus Islam, pesantren, alias madrasah, baik di bumi Arab maupun Nusantara.

Sebagai contoh, kitab al-Fawaid al-Janiyyah, menjadi rujukan dalam kuliah ushul fikih di Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar Kairo, Mesir.

Dalam bagian keilmuan hadis, dia konsen pada periwayatan sabda dalam beragam klasifikasi, antara lain, ialah musalsal, ‘ali, tashih, dan tadhif. Di antara jasa besar Syekh Yasin adalah memperkenalkan para ustadz Nusantara dalam trayektori keilmuan sabda yang berpusat di Haramain.

Meskipun banyak ustadz Jawi (Melayu) yang master dalam bagian ilmu-ilmu agama, namanya belum tentu dikenal di Hijaz. Melalui karyanya, Syekh Yasin ikut menuliskan peran krusial para ustadz Jawi di kancah keilmuan Islam secara global.

Boleh dikatakan, ustadz Arab mengenal istilah ‘kiai’ berkah membaca karya-karya Syekh Yasin. Adapun beberapa nama ustadz Jawi yang ikut dicantumkannya adalah Syekh Nawawi bin Umar al-Bantani (Banten), Syekh Abdush Shamad bin Abdurrahman al-Falimbani (Sumatra Selatan), KH Uhaid Ahyad bin Idris al-Bughuri (Jawa Barat), dan KH Abdul Hamid bin Zakaria al-Batawi (Jakarta).

Selengkapnya