Kenali Pola Tidur Bayi 0-3 Bulan Yang Normal

May 06, 2026 06:50 PM - 3 jam yang lalu 189

Jakarta -

Menjadi orang tua baru tentu membikin Bunda mau tahu tentang banyak hal, termasuk soal tidur Si Kecil. Di masa awal ini, Bunda perlu mengenali pola tidur bayi 0-3 bulan yang normal.

Tidak jarang kita merasa resah saat memandang bayi lain tampak lebih tenang saat tidur. Padahal, setiap bayi punya kebutuhan tidur yang berbeda-beda di awal kehidupannya.

Bahkan, berasas penelitian yang dikutip dari The Lullaby Trust, sebagian besar orang tua dengan bayi di bawah satu tahun mengatakan Si Kecil belum bisa tidur lebih dari empat jam berturut-turut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Karena itu, Bunda bisa mulai mencari tahu seperti apa sebenarnya pola tidur bayi 0-3 bulan yang tetap tergolong normal. Dengan begitu, kita bisa lebih tenang dalam menjalani hari-hari berbareng Si Kecil.

Mengapa pola tidur yang tepat krusial untuk bayi?

Sebelum memandang pola tidur bayi yang normal, sebaiknya Bunda memahami terlebih dulu argumen di kembali perihal ini. Perlu diketahui bahwa tidur sangat krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Selain itu, tidur juga dapat membantu meningkatkan:

  • Suasana hati
  • Keterampilan bahasa
  • Keterampilan belajar
  • Keterampilan motorik

Perbedaan pola tidur bayi dan orang dewasa

Dilansir dari Pregnancy Birth and Baby, pola tidur bayi dan orang dewasa pada dasarnya berbeda ya, Bunda. Bayi tetap mempunyai siklus tidur yang jauh lebih singkat dibandingkan orang dewasa.

Siklus tidur sendiri adalah proses tubuh saat beranjak dari tidur ringan, tidur nyenyak, hingga bermimpi. Pada Si Kecil yang baru lahir, siklus ini hanya sekitar 45-60 menit sehingga mereka lebih sering terbangun, sementara seiring bertambah usia, pola tidurnya bakal stabil seperti orang dewasa.

Saat tidur, tubuh bakal bergantian melalui dua jenis tidur yang berbeda:

  1. Tidur aktivitas mata sigap alias Rapid Eye Movement (REM), alias juga disebut tidur 'aktif' alias 'ringan'.
  2. Tidur non-REM (NREM), alias juga disebut tidur 'nyenyak' alias 'tenang'.

Perlu diketahui bahwa orang dewasa dan remaja biasanya lebih banyak berada dalam fase tidur NREM, di mana tubuh mereka condong tenang, tidak banyak bergerak, dan bernapas lebih dalam.

Sementara itu, bayi mempunyai tidur yang lebih ringan dan lebih sering berada dalam fase tidur REM. Saat tidur REM, bayi bakal mengalami:

  • Bernapas lebih ringan alias tidak terlalu dalam
  • Bayi menggerakkan lengan dan kaki mereka
  • Bayi mengedipkan mata di bawah kelopak mata mereka
  • Bayi membikin suara

Mengenal pola tidur bayi yang normal sesuai usianya

Seiring pertumbuhan bayi di tahun pertama, pola tidur Si Kecil bakal banyak mengalami perubahan.Lambat laun, langkah tidurnya bakal menjadi lebih teratur. Berikut penjelasan lengkapnya:

Bayi baru lahir hingga 3 bulan

Bayi baru lahir hingga usia 3 bulan biasanya sering terbangun setelah 1 hingga 2 siklus tidur, ialah sekitar setiap 1-3 jam. Pada usia sekitar 8 minggu, sebagian bayi mulai bisa tidur dalam waktu yang sedikit lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Dalam 24 jam, total waktu tidur Si Kecil mencapai sekitar 11 hingga 19 jam, Bunda. Di tahap ini, bayi juga belum punya pola tidur yang teratur lantaran tetap sering tidur siang dan malam secara bergantian.

Usia 3 hingga 6 bulan

Seiring pertumbuhannya, bayi bakal mulai bisa terjaga lebih lama. Si Kecil juga bakal lebih banyak terjaga di siang hari dan mulai tidur lebih lama di malam hari.

Nah, dalam waktu 24 jam, total waktu tidur bayi sekitar 12 hingga 15 jam, Bunda. Biasanya dia bakal tidur siang 2 hingga 3 kali sehari dengan lama hingga 2 jam, sementara pada malam hari bisa tidur lebih nyenyak selama 6 hingga 8 jam.

Usia 6 hingga 12 bulan

Pada usia 6 hingga 12 bulan, pola bangun dan tidur bayi mulai lebih mudah diprediksi. Dalam waktu 24 jam, total waktu tidur Si Kecil berkisar sekitar 11 hingga 16 jam, Bunda.

Biasanya, dia bakal tidur siang selama 2 hingga 4 jam dan tidur malam sekitar 10 hingga 14 jam, meski terkadang tetap lebih sering terbangun di malam hari.

Setelah usia 12 bulan

Setelah usia 12 bulan, bayi tetap mungkin terbangun di malam hari dan perihal ini sebenarnya normal ya, Bunda. Pada fase ini, balita juga mengalami mimpi jelek saat tidur dan mungkin butuh support Bunda untuk kembali tidur.

Total waktu tidur balita biasanya sekitar 11 hingga 14 jam, Bunda. Ia hanya tidur siang 1 kali selama 1 hingga 2 jam, sementara tidur malamnya sekitar 10 hingga 12 jam.

Cara memastikan bayi mendapatkan tidur yang cukup

Lalu, gimana ya kita memastikan bayi mendapat tidur yang cukup? Dalam perihal ini, Bunda bisa membantu Si Kecil yang baru lahir dengan langkah seperti:

  • Bunda membedong bayi dengan aman.
  • Bayi mengeluarkan bunyi "shh" yang lembut sembari Bunda menepuk, mengayun, alias membelai bayi dengan lembut.
  • Bunda bisa menyanyikan lagu untuk Si Kecil.

Apa yang kudu dilakukan jika orang tua cemas tentang tidur bayi?

Jam tidur bayi 0-3 bulanJam tidur bayi 0-3 bulan/Foto: Getty Images/iStockphoto/Anchiy

Jika cemas tentang pola tidur bayi, Bunda bisa berkonsultasi dengan master bayi, bidan, alias perawat kesehatan Bunda dan anak. Tenaga kesehatan bakal membantu mengevaluasi kondisi tidur Si Kecil.

Biasanya, tenaga kesehatan bakal mengusulkan pertanyaan tentang kebiasaan dan rutinitas tidur bayi sehari-hari. Mereka mungkin juga bakal meminta Bunda mencatat catatan harian tidur untuk memandang pola tidur Si Kecil.

Bagaimana jika bayi tidur lebih lama dari biasanya?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa setiap bayi punya pola tidur yang berbeda, Bunda. Selama Si Kecil tetap menyusu dengan baik, berat badannya bertambah, dan tidak menunjukkan tanda sakit, Bunda tidak perlu membangunkannya, ya.

Namun, kita tetap kudu memastikan bahwa tidur bayi mengikuti saran tidur yang lebih aman. Hal ini tentu krusial untuk menjaga kenyamanan Si Kecil saat beristirahat.

Cara mengatur pola tidur bayi yang tepat

Menilik dari Mayo Clinic, selama beberapa bulan pertama, pemberian ASI di tengah malam dapat mengganggu tidur Bunda maupun Si Kecil. Karena itu, Bunda bisa menyimak langkah mengatur pola tidur bayi yang tepat.

1. Ikuti rutinitas tidur yang menenangkan

Awalnya, rutinitas tidur bayi biasanya bakal mengikuti kebutuhannya sendiri. Namun, Bunda bisa mulai membentuk kebiasaan baik dengan menjaga bilik tidur tetap tenang dan lampu dibuat redup.

Bunda sebaiknya menghindari bermain dengan bayi tepat sebelum waktu tidur. Selain itu, gunakan bunyi yang pelan dan menenangkan agar Si Kecil tidak konsentrasi dengan kehadiran Bunda.

2. Baringkan bayi saat mengantuk

Kalau Si Kecil sudah mulai mengantuk, Bunda bisa baringkan dengan kondisi yang tetap terjaga. Saat Bunda memandang tanda-tanda kelelahan seperti bayi menggosok mata, segera bawa ke bilik tidur. Ini agar bayi belajar bahwa rasa kantuk berfaedah waktunya untuk tidur.

3. Berikan waktu bayi untuk tenang

Selanjutnya, berikan waktu bayi untuk menenangkan diri sebelum betul-betul tertidur. Jika Si Kecil rewel alias menangis beberapa menit, Bunda bisa menunggu sejenak sebelum memeriksanya.

Jika bayi tetap rewel, Bunda bisa memberikan kenyamanan lampau mencoba menenangkannya kembali. Beberapa bayi juga bisa lebih sigap tidur saat dibedong dengan kondusif dan nyaman.

Itulah langkah mengenali pola tidur bayi usia 0-3 bulan yang normal. Semoga dapat membantu Bunda untuk memahami kebutuhan tidur Si Kecil dengan lebih baik, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya