Doa Rindu Rasul

Jan 27, 2026 02:05 PM - 3 bulan yang lalu 90809

Kincai Media , JAKARTA -- Sudah selayaknya kita mencintai seseorang yang dalam nafas terakhirnya menyebut kita dengan julukan Ummati.. Ummati... (umatku, umatku). Mencintai Rasulullah SAW merupakan bagian dari kesempurnaan iman. Mengikuti keteladanan manusia termulia itu adalah sunnah.

Dan, jangan mengira bahwa yang beliau pikirkan adalah orang-orang beragama dan berislam pada masanya saja. Bahkan, al-Musthafa merindukan kita--yang hidup jauh beratus-ratus tahun sesudah beliau.

Dikisahkan bahwa pada suatu ketika, Nabi Muhammad SAW duduk terdiam. Sementara, beberapa sahabat, termasuk Abu Bakar ash-Shiddiq, berada di dekat beliau.

"Wahai Abu Bakar," kata Rasulullah SAW kemudian, "aku sangat kangen dan mau berjumpa dengan saudara-saudaraku."

"Ya Rasulullah," jawab Abu Bakar, "apakah maksudmu berbicara demikian? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?"

"Tidak, Abu Bakar," ujar Nabi SAW menyanggah, "Kalian semua adalah sahabat-sahabatku, tetapi bukan saudara-saudaraku."

"Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku, tetapi beragama denganku.”

Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim itu menunjukkan, sungguh Rasulullah SAW merindukan kita, umat yang beragama dan berislam walaupun tidak pernah berjumpa langsung dengan beliau. Maka, wajarlah jika kita pun meletakkan kerinduan yang banget besar pada Nabi SAW.

Setiap kita mau membersamai Rasulullah SAW di surga kelak. Tentu saja, perihal ini dapat diraih siapapun Mukmin atas izin dari Allah SWT.

Terdapat angan yang dapat dipanjatkan seorang muslim agar dapat dekat dengan Rasulullah SAW. Selain dekat dengan beliau, melalui angan ini juga diharapkan dapat memberikan seorang Muslim kekuatan ketaatan dan diberikan nikmat yang langgeng.

Berikut angan yang dapat kita panjatkan.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا لاَ يَرْتَدُّ ، وَنَعِيمًا لاَ يَنْفَدُ ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ

Allāhumma innī as’aluka īmānan lā yartadd, wana‘īman lā yanfad, wamurāfaqata Muḥammadin ṣallallāh ‘alaihi wasallam fī jannatil-khuld

Artinya, "Ya Allah, sesungguhnya saya meminta kepada-Mu ketaatan yang tidak pernah berbalik menjadi kufur, kenikmatan yang tidak sirna, dan agar mengiringi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga kekal yang paling tinggi."

Doa tersebut merujuk pada sebuah sabda riwayat Ahmad.

Selengkapnya