Kincai Media – Bitcoin (BTC) kembali menghadapi tekanan besar di kisaran level psikologis US$ 100.000. Sebagaimana diyakini oleh para pelaku industri pasar kripto, level tersebut merupakan titik yang sekarang menjadi medan pertempuran antara angan rebound dan tanda-tanda kelemahan struktural yang jelas.
Dalam perihal ini, para analis menilai bahwa hasil dari pertarungan di area ini kemungkinan besar bakal menentukan arah pasar selama beberapa bulan ke depan.

Salah satu analis tersebut adalah ‘GugaOnChain’ yang berbasis di Rio de Janeiro Brazil. Dalam salah satu updatenya, dia menyebut bahwa level US$ 100.000 adalah titik kembali yang sarat berat psikologis dan historis. Ia menilai bahwa pasar saat ini terpecah antara mereka yang berambisi Bitcoin bisa melesat kembali sebelum keputusan suku kembang The Fed pada 10 Desember mendatang, dan mereka yang memandang pergerakan terbaru sebagai sekedar pantulan lemah yang beresiko berubah menjadi koreksi lanjutan.
Berdasarkan kajian terbarunya, dia menyoroti parameter Growth Rate Difference, metric turunan MVRV yang membandingkan Market Cap dan Realized Cap.
“Nilainya sekarang turun ke -0,00095. Data ini menunjukkan kapitalisasi pasar Bitcoin turun lebih sigap daripada realized cap,” ungkap GugaOnChain.

Kondisi ini menempatkan BTC di bawah jalur pertumbuhan fundamentalnya dan biasanya muncul menjelang periode pelemahan struktur pasar yang lebih dalam.
Baca Juga: Siapa yang Bakal Jadi Pemenang Jika Bitcoin Diadu dengan Perak?
Pada saat kajian dibuat, Bitcoin berada di sekitar US$ 92.000, jauh dari area yang dia anggap diperlukan untuk memicu percobaan breakout yang kuat. Kegagalan mempertahankan area support terdekat membuka resiko perjalanan menuju US$ 90.000, sementara area alas yang lebih rendah berada di kisaran US$ 85.000 – US$ 87.000.
Kendati demikian, ada juga tanda-tanda yang membikin gambaran pasar tidak sepenuhnya bearish. Pengujian berulang terhadap resisten US$ 93.500 menghasilkan pullback yang makin kecil, biasanya sinyal melemahnya tekanan jual. Laporan Bitfinex Alpha baru-baru ini juga menyoroti bahwa deleveraging besar-besaran dan kapitulasi holder holder jangka pendek mungkin telah membawa Bitcoin mendekati dasar siklus.
Saat tulisan ini ditulis, BTC diperdagangkan di kisaran US$ 93.500, turun nyaris 2 persen dalam 24 jam terakhir. Harga hanya melemah tipis secara mingguan, namun gambaran bulanan tetap menunjukkan penurunan sekitar 10 persen.
Meski begitu, pemulihan dari titik rendah pertengahan November di US$ 84.000 telah membikin Bitcoin tetap naik sekitar 11 persen dalam dua minggu terakhir. Ini menandakan bahwa volatilitas ekstrem tetap menjadi tema utama menjelang akhir tahun.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·