Anjuran Puasa Sunnah Rajab

Dec 20, 2025 11:47 PM - 4 bulan yang lalu 135004
Anjuran Puasa Sunnah RajabAnjuran Puasa Sunnah Rajab

Kincai Media – Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan dalam Islam. Selain Dzulqa‘dah, Dzulhijjah, dan Muharram, Rajab mempunyai kedudukan unik yang sejak masa jahiliah pun telah diagungkan. Dalam Islam, kemuliaan bulan ini semakin ditegaskan dengan rekomendasi memperbanyak kebaikan saleh, termasuk puasa sunnah.

Keutamaan Puasa di Bulan Haram

Rasulullah SAW memberikan gambaran umum tentang keistimewaan puasa di bulan-bulan haram melalui sabdanya:

صوم يوم من شهر حرام أفضل من صوم ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام

Artinya: “Puasa satu hari di bulan haram lebih utama daripada puasa tiga puluh hari di bulan selainnya. Dan puasa satu hari di bulan Ramadan lebih utama daripada puasa tiga puluh hari di bulan haram.”

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan di bulan-bulan haram mempunyai nilai keistimewaan lebih dibanding puasa di bulan biasa. Rajab, sebagai bagian dari bulan haram, tentu termasuk dalam cakupan keistimewaan tersebut.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda:

من صام ثلاثة أيام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب الله تعالى له عبادة سبعمائة عام

Artinya: “Barang siapa berpuasa tiga hari di bulan haram, ialah hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, maka Allah Ta‘ala bakal mencatat baginya pahala ibadah selama tujuh ratus tahun.” (HR. ath-Thabrani)

Hadis ini semakin menegaskan besarnya ganjaran bagi orang yang menghidupkan bulan haram dengan ibadah puasa, termasuk di dalamnya bulan Rajab.

Sementara itu, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa maksud perkataan dalam sabda riwayat Imam Muslim, mengutip Sa‘id bin Jubair ketika beralasan dengan sabda tersebut adalah untuk menegaskan sikap Nabi Muhammad SAW yang seimbang dalam menyikapi puasa Rajab.

Rasulullah SAW tidak pernah melarang umatnya berpuasa di bulan Rajab, namun juga tidak menetapkannya sebagai ibadah sunnah unik yang mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding bulan-bulan lainnya.

Oleh lantaran itu, norma puasa Rajab pada dasarnya sama dengan puasa sunnah di bulan lain, ialah termasuk dalam ibadah kebaikan yang dianjurkan secara umum, tanpa adanya dalil unik yang memerintahkan alias melarangnya secara spesifik.

Lebih lanjut, Imam An-Nawawi menekankan bahwa puasa Rajab sebaiknya dipahami dalam kerangka rekomendasi umum berpuasa di bulan-bulan haram, sebagaimana disebutkan dalam Sunan Abu Dawud bahwa Rasulullah SAW menganjurkan puasa pada bulan-bulan tersebut, dan Rajab termasuk di dalamnya.

Dengan demikian, puasa sunnah di bulan Rajab merupakan ibadah yang baik dan berbobot ibadah. Umat Islam dianjurkan memperbanyak kebaikan saleh di bulan ini, termasuk puasa, sedekah, dan ibadah lainnya.

Selengkapnya