Kincai Media , JAKARTA – Nisfu Syaban adalah malam pada 15 Syaban dalam almanak Hijriyah yang dikenal oleh banyak umat Islam sebagai malam penuh keberkahan, ampunan, dan kesempatan memperbanyak ibadah.
Banyak organisasi Muslim di seluruh bumi mempunyai tradisi unik dalam menyambut malam ini, meskipun praktiknya berbeda-beda menurut budaya dan konteks setempat.
Di beberapa negara seperti Bangladesh, Irak, Iran, dan Uni Emirat Arab, malam Nisfu Syaban dirayakan dengan pagelaran manisan, halva, dan kue yang dibagikan kepada tetangga, keluarga, dan masyarakat, termasuk kepada anak-anak dan kaum miskin.
Menukil Infinity Learn, kaum Muslimin di Bangladesh misalnya bakal berpesta manisan dan kue ketika malam Nisfu Syaban.
Halwa dan firni adalah dua item yang paling disukai. Permen alias manisan ini menjadi simbol berbagi dan kebahagiaan menjelang malam yang penuh berkah.
Di Turki, tradisi menyambut malam ini bisa lebih meriah dengan pesta kembang api dan hiasan lampu lampion di rumah-rumah. Praktik ini mencerminkan semangat sukacita organisasi Muslim dalam menghidupkan malam spesial tersebut.
Di Irak, tradisi malam Nisfu Syaban ikut dirayakan oleh anak-anak yang berpakaian warna-warni dan melangkah di lingkungan sembari menerima permen alias halva dari rumah ke rumah, seperti corak kegembiraan dan partisipasi sosial.
Sedangkan tradisi malam Nisfu Syaban di Mesir pernah diungkapkan oleh alumni Universitas Al Azhar, Ustaz Aba Abror Al Muqaddam.
Selama enam tahun belajar di negeri Piramida itu, dia telah banyak mengetahui tentang amalaiyah umat Islam di Mesir, termasuk pada Malam Nisfu Syaban.
“Di Mesir memang juga semarak dilakukan Perayaan Malam Nisbu Syaban. Bahkan, nyaris semua tarekat-tarekat sufi di Mesir itu menggelar Peringatan Malam Nisfu Syaban di masjid-masjid alias di zawiyah-zawiyah alias pondok jika di sini,” ujar dai yang berkawan dipanggil Gus Aba Abror ini kepada Kincai Media , Selasa (27/1/2026).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·