Tanda Kiamat Budak Melahirkan Tuannya, Apa Maksudnya?

Jan 27, 2026 03:28 PM - 3 bulan yang lalu 95940

Kincai Media , JAKARTA -- Di antara beragam tanda hariakhir besar adalah kejadian yang cukup unik, yakni budak melahirkan tuannya. Hal itu diungkapkan dalam sebuah sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan Imam Muslim.

Pada suatu ketika, Rasulullah SAW ditanya oleh seorang lelaki--yang belakangan diketahui sebagai Malaikat Jibril dalam bentuk manusia.

عن عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه قال:... فأخبرني عن الساعة قال: ما المسئول عنها بأعلم من السائل قال : فأخبرني عن أماراتها قال أن تلد الأمة ربتها وأن ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان

"Dari Umar bin Khattab RA, (diriwayatkan bahwa) seorang laki-laki bertanya (kepada Nabi SAW), 'Beritahukan kepadaku kapan terjadinya kiamat.'

Rasulullah SAW menjawab, 'Yang ditanya tidaklah lebih mengetahui daripada yang bertanya.'

Dia pun bertanya lagi, 'Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!'

Nabi SAW menjawab, 'Jika budak wanita telah melahirkan tuannya, jika engkau memandang orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa), serta gembala kambing telah saling berkompetisi dalam mendirikan gedung megah yang menjulang tinggi'" (HR Muslim).

Dilansir dari laman Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat menjelaskan, salah satu karakter bakal terjadinya hari hariakhir adalah jika budak wanita telah melahirkan tuannya. Diakuinya, ucapan yang disampaikan Nabi SAW tersebut agak asing terdengar, apalagi untuk para mahir sabda sekalipun.

"Tentunya lafal ini adalah kalimat yang bisa punya makna sesungguhnya, tetapi bisa jadi sebuah idiom alias ungkapan khas, yang barangkali di masa Nabi SAW cukup dipahami dengan mudah maknanya. Namun, buat kita yang tidak hidup di sana, cukup bingung juga memahaminya," tuturnya.

Ustaz Ahmad memaparkan, ada beberapa penafsiran mengenai perihal itu dari para ustadz sabda melalui banyak karyanya.

Paling tidak ada empat makna yang saling berbeda yang sering kali diungkapkan para ulama. Satu jenis memandang dengan konotasi positif. Adapun tiga jenis lainnya memandang dengan pandangan negatif.

Pertama, tanda bahwa sudah semakin tersebarnya kepercayaan Islam. Bila disebut bahwa para budak wanita telah melahirkan orang-orang yang jadi tuannya. Artinya, perbudakan telah lenyap dari muka bumi. Karena para budak itu tidak lagi melahirkan budak, melainkan telah melahirkan orang-orang yang merdeka.

Kondisi demikian menunjukkan bahwa Islam adalah kepercayaan yang telah sukses menghapuskan perbudakan. Manusia pada akhirnya tidak lagi mengalami sistem yang menistakan kemanusiaan itu. "Maka ungkapan bahwa 'budak melahirkan tuannya' dalam pendapat ini menjadi sesuatu yang berkarakter positif," paparnya.

Pandangan kedua, ungkapan 'budak telah melahirkan tuannya' sekadar menjadi ungkapan. Maknanya adalah bahwa anak-anak bakal menjadi durhaka kepada orang tuanya, terlebih kepada ibunya. Ibarat ibu yang menjadi budak, dan anak menjadi tuan yang memperbudak ibunya sendiri.

"Dalam pandangan ini, gambarannya malah terbalik, bukan gambaran yang berkarakter optimistis, melainkan berkarakter apatis. Tanda-tanda hariakhir dihiasi dengan semakin hilangnya rasa hormat kepada orang tua," lanjut Ustaz Ahmad.

Pandangan ketiga, tersebarnya kegoblokan dan makin banyak orang abai hukum Islam. Dalam pandangan ini, apa yang disampaikan Nabi SAW merupakan simbol dari kegoblokan yang dialami oleh umat. Selain kebodohan, juga terhinanya kaum Muslimin.

Selengkapnya