Review Novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia Karya Ita Krn

Nov 26, 2025 04:09 PM - 5 bulan yang lalu 164878

Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia – Grameds, Anda tentu sudah mengenal nama Ita Krn, penulis muda yang sukses melahirkan banyak novel best seller sekaligus membangun universe cerita dengan fans setia. Mungkin Anda juga pernah membaca novel Samuel, Eccedentesiast, alias Marveluna yang bercerita tentang para personil Diamond Gang. Kini, Ita Krn kembali menghadirkan cerita dari universe yang sama melalui novel terbarunya.

Novel berjudul Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia terbit pada 29 Maret 2025 berbareng Penerbit Akad. Selain menjadi best seller, kisah ini juga datang di Wattpad @MartabakKolor seperti karya-karya Ita Krn sebelumnya. Cerita ini menggali makna kebahagiaan lewat perjalanan tujuh anak muda personil Diamond Gang yang masing-masing dihadapkan pada persoalan hidup berbeda, mulai dari kehilangan orang tua, perjodohan, hingga perbedaan perlakuan.

Dengan ketebalan 224 halaman, novel ini menawarkan kisah remaja yang penuh warna, menghadirkan suka dan duka, serta menyoroti rumor family yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui cerita ini, pembaca diajak untuk menemukan kebahagiaan dalam hal-hal mini yang sering terlupakan, menyadari bahwa kebahagiaan tidak hanya soal pencapaian materi, tapi juga sesuatu yang perlu dicari dan diperjuangkan.

Profil Ita Krn – Penulis Novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia

Ita Kurniawati merupakan seorang gadis berumur 22 tahun yang lahir pada tanggal 10 Desember 2003. Ita merupakan penduduk Dukuh Jatisari, Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati Jawa Tengah. Ita mempunyai nama pena Ita Krn dan MartabakKolor. Nama Ita Krn menjadi nama yang dicantumkan Ita dalam karyanya yang diterbitkan. Sedangkan, nama MartabakKolor menjadi nama yang dipakainya dalam aplikasi Wattpad. Ita sering dipanggil oleh para pembacanya dengan julukan Buna, Bulor, dan Bunny.

Awal Ita mengenal bumi kepenulisan adalah lantaran sering membaca di aplikasi Wattpad. Dari situ, Ita belajar untuk menulis secara otodidak. Ita juga pernah mencoba untuk mengikuti sayembara penulisan berbareng sejumlah temannya. Tak disangka, Ita sukses menjadi juara di sayembara tersebut. Hal ini mendorong Ita untuk melanjutkan menulis dan mulai menekuninya. Ita mulai membikin karya dengan menulis sejak duduk di bangku kelas 8 Madrasah Tsanawiyah (MT), tapi belum ada karyanya yang diterbitkan.

Karya pertama Ita yang berjudul Areksa telah dimuat di aplikasi Wattpad pada bulan Februari 2021 lalu. Novel Areksa  telah diterbitkan secara bentuk pada bulan Mei 2021. Novel Areksa ini sukses menarik hati banyak orang dan menjadi novel best-seller. Karya kedua Ita yang berjudul Samuel terbit pada bulan Oktober 2021. Sampai sekarang, Ita Krn bisa terbilang sebagai penulis yang produktif, dibuktikan dengan begitu banyak karyanya yang telah sukses diterbitkan. Beberapa di antaranya, ialah After Losing Him, I’m Alive That’s Enough For Now, Eccedentesiast, Samuel, Areksa, Alive, Diamond Gang The Mission, Diary of Canva, Kota Para Pecundang, Tongkrongan 55, dan Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia.

Sinopsis Novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia

Bahagia tidak selalu identik dengan kekayaan alias keberhasilan. Sering kali kebahagiaan justru datang dalam hal-hal sederhana yang kerap terabaikan. Melalui kisah tujuh anak muda dalam Diamond Gang dengan perjalanan hidup yang berbeda, novel ini membujuk kita memahami makna senang dari beragam sisi. Ada Anva yang kudu merasakan kehilangan orang tua, Samuel yang terjebak dalam perjodohan, hingga pasangan kembar Marvel dan Marvin yang mendapat perlakuan tidak sama.

Di kembali setiap ujian yang datang, selalu ada ruang untuk menemukan kebahagiaan. Sebab pada akhirnya, senang bukan sesuatu yang menunggu untuk hadir, melainkan sesuatu yang kudu dicari dan diperjuangkan.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia

Pros & Cons

Pros

  • Format penulisan menarik.
  • Dilengkapi ilustrasi.
  • Bersifat reflektif.
  • Pemilihan kata dan susunan kalimat baik.

Cons

  • Dianggap bukan seperti novel.

Kelebihan Novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia

Novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia karya Ita Krn mempunyai banyak kelebihan yang menjadikannya bisa diadaptasi menjadi novel dan best seller. 

  • Format penulisan menarik

Pada novel ini, Grameds bakal menemukan bukan narasi-narasi yang memenuhi satu halaman, tapi tulisan-tulisan singkat yang disusun sedemikian rupa di satu laman seperti sebuah catatan harian / diary. Ada laman yang menyajikan hanya beberapa kalimat saja, dan laman lain hanya satu kalimat saja, apalagi ada yang tidak tertulis apa-apa.

  • Dilengkapi ilustrasi

Format penulisan yang unik tersebut dilengkapi dengan ilustrasi-ilustrasi menarik yang membikin novel ini semakin menyenangkan untuk dibaca. Kalimat yang tidak penuh, ditambah gambar-gambar yang bagus sangat memanjakan mata pembaca.

  • Bersifat reflektif

Tidak sekali alias dua kali saja Ita Krn menuliskan pertanyaan dalam novel ini. Pertanyaan yang rupanya bisa membikin pembaca bertanya kepada dirinya sendiri. Pertanyaan seperti “Apa makna sebenarnya dari bahagia?”, yang tentunya pasti berbeda-beda bagi setiap individu. Pertanyaan-pertanyaan dan beberapa bagian dalam novel ini berkarakter reflektif, yang membikin pengalaman membaca novel ini bukan hanya menghibur, tapi juga untuk memahami diri sendiri.

  • Pemilihan kata dan susunan kalimat baik

Nama Ita Krn memang sudah tak perlu diragukan lagi dalam perihal kualitas tulisannya. Merangkai kata-kata indah? Membuai pembaca lewat tulisan? Dia jagonya. Membaca novel yang satu ini tidak susah dan tidak bakal lama lantaran Anda bakal terhanyut sesaat setelah membacanya.

Kekurangan Novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia

Meskipun sukses mencuri perhatian banyak orang, novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia ini tetap mempunyai kekurangan.

  • Dianggap bukan seperti novel

Novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia banyak menyajikan tulisan-tulisan bagus nan puitis. Bagian per bagian juga tidak membentuk cerita yang terkait, lantaran ditulis dari perspektif pandang yang berbeda. Pembaca menemukan novel ini lebih cocok disebut sebagai kitab kumpulan sajak dibandingkan sebuah novel. Hal ini mengenai ekspektasi pembaca yang awalnya mengira novel ini seperti novel-novel lain yang dari awal sampai akhir menyajikan keseluruhan cerita.

Mengukur Kebahagiaan

Melalui novel ini, kita diajak memahami makna kebahagiaan secara lebih mendalam bagi diri sendiri. Menariknya, kebahagiaan rupanya juga bisa diukur dalam kehidupan masyarakat. Pengukuran tersebut dilakukan dengan memperhatikan tiga dimensi utama ialah kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup.

Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi melakukan Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK), sebuah survei subjektif yang hasilnya dituangkan dalam Indeks Kebahagiaan nasional maupun provinsi.

Dimensi Pengukuran Kebahagiaan 

Indeks Kebahagiaan yang digunakan secara resmi mempunyai tiga dimensi utama:

Kepuasan Hidup (Life Satisfaction)

Menilai sejauh mana perseorangan merasa puas terhadap beragam aspek kehidupannya, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga kondisi rumah tangga.

Perasaan (Affect)

Meliputi pengalaman emosional sehari-hari, baik yang berkarakter positif seperti rasa senang maupun yang negatif seperti kekhawatiran dan tekanan.

Makna Hidup (Eudaimonia)

Menggambarkan hal-hal yang berangkaian dengan kemandirian, keahlian mengendalikan lingkungan, penerimaan diri, serta kualitas hubungan dengan sesama dan masyarakat.

Adapun faedah pengukuran kebahagiaan adalah sebagai berikut:

Pengukur Kesejahteraan

Indeks kebahagiaan memberikan gambaran kesejahteraan yang lebih menyeluruh dan subjektif dibandingkan hanya mengandalkan informasi ekonomi semata.

Dasar Pembangunan

Hasil survei dapat dijadikan injakan dalam merancang kebijakan serta program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Ternyata, kebahagiaan bisa diukur ya. Lantas, Bagaimana dengan Grameds? Apakah kalian sudah bahagia?

Penutup

Melalui novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia, kita diajak merenung kembali tentang apa sebenarnya makna kebahagiaan bagi diri kita masing-masing. Tidak ada satu jawaban mutlak, lantaran setiap orang berkuasa mempunyai arti senang yang berbeda. Grameds bisa menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana yang sesuai dengan hati, selama itu membikin hidup terasa lebih berarti. Penting juga untuk selalu menghargai pilihan orang lain, karena kebahagiaan setiap perseorangan adalah kewenangan yang tidak layak untuk dihakimi.

Grameds yang mau membaca referensi yang manis dan hangat, novel Pada Suatu Hari…, Aku Mencari Bahagia karya Ita Krn ini Gramin rekomendasikan untuk kamu.

Bagi para fans Diamond Gang juga wajib baca kitab yang satu ini ya! Buku ini bisa Anda dapatkan hanya di Gramedia.com! Sebagai kawan untuk #TumbuhBersama, kami selalu siap memberikan info dan produk terbaik untuk kamu.

Rekomendasi Buku

Samuel

Samuel

Sinopsis Novel Samuel karya Ita Kurniawati mengisahkan kehidupan tokoh utama yang berjulukan Samuel Erlangga. Tokoh ini juga sering dipanggil dengan nama Samuel. Azura memanggilnya dengan julukan Baby El. Tokoh Samuel dikenal sebagai sosok laki-laki tampan yang berkarakter tegas, tidak baperan, dan kejam. Tetapi, sebenarnya sifat tersebut berbanding terbalik dengan sifatnya yang sebenarnya. Di kehidupan nyatanya, saat berada di rumah, Samuel adalah sosok anak yang manja, apalagi saat sudah berjumpa dengan susu di botol spiderman buatan ibunya. Tokoh Samuel memang selalu menyembunyikan kehidupan aslinya dibalik topeng. Di depan banyak orang, Samuel terlihat mempunyai kehidupan yang sempurna.

Hal tersebut dikarenakan Samuel trauma dengan kejadian dua tahun yang lalu. Wanita yang dicintai Samuel meninggal lantaran kesalahannya. Oleh lantaran itu, dia selalu dihantui oleh emosi bersalah sehingga tidak mempunyai hubungan romantis lagi dengan wanita lainnya. Samuel yang sedang tenang menjalani kembali hidupnya dari masa lalunya, sekarang diganggu oleh kehadiran tokoh gadis yang berjulukan Azura Anastasia. Tokoh gadis tersebut merupakan anak dari sahabat ayahnya yang sudah dijodohkan dengan Samuel sejak tetap kecil. Bahkan, sudah tertera di surat wasiat ayah Azura sebelum meninggal.

Marveluna

Marveluna

Cowok bersetelan jas hitam itu terus berlari secepat yang dia bisa. Dari keringat yang membasahi kemeja putih di kembali jasnya, terlihat jelas jika dia sudah cukup lama berlari. Namun, perihal tersebut tidak mengendurkan tekadnya untuk terus melaju tanpa memedulikan apa pun saat ini termasuk debu yang menghiasi celana bahan yang dia kenakan lantaran tadi sempat terjatuh. Yang tersemat dalam pikirannya saat ini hanyalah gimana caranya agar dia bisa menghindari kejaran orang orang berjas dan berdasi di belakangnya.

Napas laki-laki itu semakin terengah-engah saat baru selesai menaiki puluhan anak tangga yang membawanya ke sebuah genting gedung tua. Untuk sejenak, dia membungkuk dan menjadikan lututnya sebagai tumpuan kedua tangannya. Decakan sebal meluncur dari bibirnya saat mendengar bunyi langkah kaki yang semakin dekat di telinganya. Sialan! Mereka belum menyerah juga!

Eccedentesiast 

Eccedentesiast

Kalau banyak remaja mau menjadi kaya dan hura-hura, tapi tidak dengan Canva Narendra. Cita-citanya hanya satu, “Mau peluk Mama sama Papa. Anva sayang dan kangen banget sama mereka.” Sejak itulah, dia melakukan apapun, termasuk belajar yang luar biasa dan mendapatkan penghargaan agar diperhatikan oleh orangtuanya. Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Canva ditemani oleh sahabat-sahabat dekatnya yang terbentuk dalam suatu geng berjulukan Geng Diamond, dan seorang gadis tunanetra, Aily.

Namun, kehadiran Zayyan Abrisam, musuh di masa lampau Canva, membikin hari-hari Canva semakin kacau. Ambisi untuk menang dalam meraih penghargaan olimpiade, bisa pupus. Pun, angan untuk diperhatikan dan berjumpa dengan orang tuanya, juga bakal sama. Satu perihal lagi, kehadiran seorang laki-laki berjulukan Venus, juga turut andil membikin masalah dalam hidup Canva semakin pelik. Apalagi, lantaran ambisinya, Canva divonis kandas ginjal kronis. Apakah Canva bisa untuk mewujudkan mimpi-mimpinya? Atau, kesehatan lebih dulu merenggut apa yang dia cita-citakan?

Penulis: Gabriel

Selengkapnya