Jakarta -
Albuminuria terjadi ketika jumlah protein albumin lenyap melalui urine abnormal. Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa ginjal tidak menyaring darah dengan betul lantaran masalah seperti glukosuria alias hipertensi.
Albumin adalah protein vital yang biasanya ditemukan beredar di dalam aliran darah. Dalam kondisi sehat, ginjal mencegah protein ini keluar dari tubuh, tetapi gangguan kegunaan ginjal dapat memungkinkan protein ini bocor ke dalam urine.
Mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya sangat krusial untuk menentukan rencana pengobatan yang paling efektif guna melindungi kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab albuminuria
Dilansir dari laman healthline, albuminuria biasanya disebabkan oleh masalah pada ginjal. Ginjal menyaring darah, menghilangkan partikel limbah dan mengubahnya menjadi urine, sehingga nutrisi berbobot tetap berada dalam darah agar dapat didistribusikan dengan betul ke seluruh tubuh.
Ketika sistem penyaringan di ginjal tidak berfaedah dengan baik, terlalu banyak protein dapat masuk ke dalam urine.
Penyakit ginjal kronis adalah salah satu masalah utama yang dapat menyebabkan proteinuria alias albuminuria. Mereka berisiko terkena penyakit ginjal kronis meliputi diabetes, tekanan darah tinggi, dan riwayat family dengan penyakit ginjal kronis.
Selain itu, ada juga beberapa penyebab paling umum dari albuminuria sementara (jangka pendek) meliputi:
- Dehidrasi alias kurang minum air
- Latihan intensitas tinggi
- Demam dan/atau infeksi
- Eksaserbasi (kambuh) kandas jantung
Adanya albuminuria tidak selalu berfaedah Bunda mengalami kerusakan ginjal yang sebenarnya. Inilah kenapa pengetesan berulang sangat penting, untuk membantu membedakan antara kerusakan ginjal kronis dan stres sementara (jangka pendek) pada ginjal.
Gejala albuminuria
Sebagian besar penderita albuminuria mungkin tidak menyadari indikasi apa pun. Inilah kenapa sangat krusial untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, terutama jika mempunyai aspek akibat albuminuria alias penyakit ginjal.
Dilansir dari laman National Kidney Foundation, jika indikasi muncul, Bunda mungkin bakal memandang satu alias lebih perihal berikut ini:
- Urine berbusa
- Bengkak di sekitar mata, terutama di pagi hari
- Sering buang air mini dari biasanya
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, area perut, alias wajah
Cara mengurangi jumlah albumin dalam urine
Jika mempunyai kadar albumin yang tinggi dalam urine, tetapi belum didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis, Bunda dapat mencoba beberapa kiat style hidup sehat berikut ini untuk mengatasi albuminuria dan meningkatkan kesehatan ginjal:
- Konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
- Pertahankan berat badan dalam kisaran moderat.
- Pantau asupan garam dan natrium Bunda secara teratur.
- Tetap aktif dan berolahraga secara rutin
- Perhatikan berapa banyak dan jenis protein apa yang dikonsumsi.
- Diskusikan dengan master mengenai obat-obatan lain yang dikonsumsi secara teratur.
Jika didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis, master ahli ginjal bakal membahas perubahan pola makan dan style hidup yang mungkin perlu Bunda lakukan, serta obat-obatan dan perawatan lainnya.
Perawatan awal untuk mengurangi albuminuria dapat mencakup obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.
Pada stadium penyakit ginjal yang lebih lanjut, Bunda mungkin perlu mengikuti diet khusus, seperti membatasi asupan cairan, alias menjalani perawatan dialisis alias transplantasi ginjal.
Nah, itulah beberapa perihal yang dapat diketahui tentang albuminuria hingga langkah mengurangi jumlah albumin dalam urine. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·