Khutbah Jumat: Dosa Menebang Pohon Sembarangan Dalam Islam

Dec 04, 2025 03:17 PM - 5 bulan yang lalu 159075
 Dosa Menebang Pohon Sembarangan dalam IslamKhutbah Jumat: Dosa Menebang Pohon Sembarangan dalam Islam

Kincai Media – Menebang pohon sembarangan termasuk tindakan merusak (fasad) yang dilarang. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, agar manusia tidak membikin kerusakan di muka bumi, termasuk merusak alam yang telah Allah seimbangkan. Khutbah Jumat ini berjudul *Khutbah Jumat: Dosa Menebang Pohon Sembarangan dalam Islam*

Khutbah I

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang selalu melangkah di atas jalan yang diridai-Nya.

Hadirin jamaah khutbah Jumat yang dirahmati Allah,

Menjaga kelestarian alam bagian dari aliran Islam. Manusia di bumi ini mempunyai tanggung jawab sebagai khalifah. Pohon, sebagai salah satu unsur krusial kehidupan, sejatinya mempunyai kedudukan tersendiri dalam syariat.

Pohon memberikan oksigen, menahan erosi, menjadi tempat tinggal hewan, serta tempat berlindung manusia. Karena itu, Islam menempatkan perbuatan merusak alam, termasuk menebang pohon sembarangan (illegal logging), sebagai perbuatan dosa besar yang mendatangkan ancaman dari Allah.

Hadirin jamaah khutbah Jumat yang dirahmati Allah,

Dalam sebuah sabda yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud, Rasulullah SAW menyampaikan peringatan tegas bagi siapa pun yang menebang pohon Sidrah, jenis pohon besar yang biasa digunakan manusia dan hewan untuk berteduh, tanpa argumen yang benar. Nabi bersabda;

مَن قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ

Artinya; “Barangsiapa menebang pohon Sidrah, maka Allah bakal menghujamkan kepalanya ke dalam api neraka.” (HR. Abu Dawud)

Sejatinya, larangan ini bukan terbatas pada satu jenis pohon saja (sidarah), tetapi mencakup seluruh corak pembalakan pohon yang berfaedah bagi manusia maupun hewan. Jika sebuah pohon memberikan naungan, menjadi tempat hidup makhluk, alias mempunyai kegunaan ekologis yang penting, maka merusaknya tanpa kewenangan merupakan kezaliman besar yang mengundang murka Allah.

Hadirin jamaah khutbah Jumat yang dirahmati Allah,

Lebih jauh, dalam Al-Qur’an juga menegaskan larangan melakukan kerusakan di bumi. Dalam surah Al-A‘raf ayat 56, Allah berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا

“Janganlah Anda melakukan kerusakan di bumi setelah (Allah) mengaturnya dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap.”

Hadirin jamaah khutbah Jumat yang dirahmati Allah,

Ayat ini menunjukkan bahwa bumi sudah diciptakan Allah dalam kondisi seimbang. Merusaknya berfaedah menyalahi tatanan yang Allah tetapkan. Penebangan pohon sembarangan termasuk dalam kategori ifsad fil ardh (perbuatan merusak bumi), karena dia mengganggu ekosistem dan merugikan banyak makhluk.

Abul Muzhaffar As-Sam‘ani dalam Tafsir As-Sam‘ani menjelaskan bahwa kerusakan di bumi mempunyai banyak bentuk. Mengutip pendapat Ad-Dhahhak, menyebut bahwa tindakan seperti mengubah aliran air, menebang pohon-pohon berbuah, hingga merusak mata duit emas dan perak merupakan bagian dari kerusakan yang dilarang.

Pohon bukan sekadar batang kayu, tetapi sumber kehidupan bagi manusia dan hewan. Sekali pohon ditebang, hilanglah sejumlah faedah yang Allah tetapkan melalui keberadaannya.

Mulla Ali al-Qari, dalam kitab Mirqatul Mafatih Syarah Misykatul Mashabih, memberi penjelasan krusial mengenai sabda ancaman bagi penebang pohon. Ia menyebut perbuatan ini sebagai ghishman, ialah corak kezaliman bertingkat yang merugikan banyak makhluk.

Berikut penjelasannya:

(بِغَيْرِ حَقٍّ يَكُونُ لَهُ فِيهَا) صِفَةُ حَقٍّ، وَالْمُرَادُ بِالْحَقِّ النَّفْعُ، لِأَنَّهُ رُبَّمَا يَظْلِمُ أَحَدٌ ظُلْمًا، وَيَكُونُ لَهُ فِيهِ نَفْعٌ، وَهُنَا بِخِلَافِهِ، كَمَا قَالَ تَعَالَى: (وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ)، (صَوَّبَ اللهُ) أَيْ: أَلْقَى، (رَأْسَهُ) أَيْ: ابْتَلَاهُ أَوْ رَمَاهُ بِرَأْسِهِ، أَوِ الْمُرَادُ بِهِ بَدَنُهُ جَمِيعُهُ، (فِي النَّارِ).

Artinya; “(Dengan tanpa hak) maksud ‘hak’ di sini adalah faedah alias kebutuhan yang dibenarkan. Terkadang seseorang melakukan kejam namun dia sendiri mendapat faedah dari kezalimannya — tetapi tidak demikian dalam kasus ini. Sebagaimana firman Allah: ‘Dan mereka melakukan kerusakan di bumi tanpa hak.’ Disebutkan pula: ‘Allah bakal menjatuhkan kepalanya ke dalam neraka,’ ialah Allah bakal melemparkannya, mengazabnya, alias menjatuhkan seluruh tubuhnya, bukan hanya kepala.” (Mulla Ali al-Qari, Mirqatul Mafatih, (Beirut: Darul Kutub Ilmiyah, 2002), jilid V, hlm. 1984)

Hadirin jamaah khutbah Jumat yang dirahmati Allah,

Penjelasan ini mempertegas bahwa menebang pohon tanpa argumen syar‘i bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga merupakan corak kezaliman terhadap makhluk lain yang berjuntai pada pohon tersebut: musafir, hewan, apalagi serangga mini sekalipun.

Khatib, lewat mimbar Khutbah Jumat, mengingatkan kita semua bahwa bumi adalah amanah. Setiap pohon mempunyai nilai dan kegunaan dalam menjaga kehidupan. Menebang pohon sembarangan bukan hanya perbuatan merusak, tetapi dosa yang berakibat luas.

Mari menjadi Muslim yang peduli, menjaga bumi, dan menebar keberkahan dengan menanam, merawat, dan menghormati buatan Allah. Semoga kita termasuk hamba yang amanah dan tidak membikin kerusakan di muka bumi.

Selengkapnya