Usia Berapa Anak Boleh Diajak Renang Pertama Kali? Ketahui Juga Tips Amannya

May 08, 2026 08:50 PM - 5 hari yang lalu 6146

Gemercik air, sensasi menyegarkan dan bergerak bebas, hingga emosi menyenangkan menjadi argumen kenapa anak semangat mengikuti olahraga renang, Bunda. Namun, nahas jika di hari pertama latihan renang, seorang anak di Pemalang, Jawa Tengah ditemukan tewas tanpa disadari orang-orang di sekitarnya.

Melansir dari detikcom, seorang anak wanita berumur tujuh tahun di Pemalang, meregang nyawa ketika mengikuti les renang yang dilakukan di sebuah kolam renang. Berdasarkan keterangan beragam pihak, hari itu merupakan hari pertama dia melakukan les renang, Bunda.

Peristiwa pilu ini terjadi pada Minggu (3/5/2026). Para saksi, termasuk pembimbing renang dan pemilik kolam renang, menjelaskan bahwa anak tersebut ditemukan tak sadarkan diri di dasar kolam ketika sang pembimbing sedang melatih peserta lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun, untuk penyebab pastinya belum diketahui, Bunda. Terlepas dari itu, kesadaran bakal keamanan dan keselamatan anak saat berenang maupun melakukan kegiatan lain menjadi prioritas utama yang kudu selalu diingat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa anak-anak maupun orang dewasa tidak boleh lengah saat berada di area kolam renang. terlebih, bagi orang tua yang membawa bayi alias balita.

Jika Bunda mau membujuk Si Kecil berenang, krusial untuk selalu mendampingi dan mengawasinya, ya. Selain itu, Bunda juga perlu memahami langkah-langkah keselamatan dasar agar kegiatan renang tetap melangkah dengan kondusif menyenangkan.

Kapan anak boleh diajak berenang?

Hal pertama yang perlu Bunda ketahui adalah kapan waktu yang tepat untuk membujuk Si Kecil berenang. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sebaiknya anak belajar renang saat usianya sudah menginjak satu tahun alias lebih, Bunda.

Meskipun begitu, tidak ada patokan spesifik kapan anak boleh dimasukkan ke dalam kolam renang. Bahkan, rekomendasi master umum mengatakan bahwa Bunda dapat membujuk anak berenang sejak usia enam bulan.

Namun yang paling penting, jika Bunda mau membujuk Si Kecil berenang, pastikan tubuhnya sudah melewati beberapa tahap perkembangan yang penting. Beberapa di antaranya adalah bayi yang sudah berada di posisi tegak dan mempunyai tubuh yang stabil.

Tak hanya itu, master ahli anak di UCLA Health, Rebecca Dudovitz, MD, menekankan pentingnya menunggu sampai anak cukup kuat untuk mengatur suhu tubuhnya di air. Dengan begitu, tubuh mereka tidak kaget dan bisa menyesuaikan suhu air.

Hal yang perlu diperhatikan saat anak belajar berenang

Demi keamanan dan keselamatannya, beberapa perihal krusial juga perlu diperhatikan jika Bunda memutuskan agar anak diikuti les renang. Berikut rangkumannya seperti dikutip dari Healthy Children:

1. Instruktur ahli dan bersertifikat

Pastikan tempat alias klub renang mempunyai instruktur, pelatih, alias pendamping yang profesional, berkualitas, dan bersertifikat. Selain itu, alangkah baiknya jika tersedia tenaga medis yang menguasai pertolongan pertama.

2. Edukasi mengenai keselamatan sejak dini

Anak kudu diajarkan untuk selalu berada dalam pengawasan orang dewasa alias instruktur. Selain itu, anak juga perlu ditekankan untuk selalu meminta izin sebelum masuk alias saat hendak keluar kolam.

3. Berlatih keahlian pengamanan diri

Program les renang sebaiknya juga mengajarkan anak untuk menyelamatkan diri sendiri di beragam situasi darurat yang realistis. Selain itu, anak yang lebih besar juga perlu tahu gimana membantu orang lain yang kesulitan dan langkah memanggil pertolongan.

4. Orang tua juga mengawasi

Tak hanya diawasi oleh instruktur, orang tua juga perlu memantau kegiatan anak di kolam renang. Bunda dapat memperhatikan gimana sesi pelajaran berjalan untuk menilai perkembangan anak serta kualitas program yang dijalani.

5. Pilih program yang terpercaya dan konsisten

Pilihlah tempat latihan yang bisa membimbing anak menjadi lebih konsisten, Bunda. Lanjutkan pelajaran tersebut hingga Si Kecil menguasai dasar berenang yang baik.

6. Pengalaman yang positif.

Selain teknik, lingkungan juga tak kalah krusial untuk menunjang proses belajar Si Kecil. Dengan lingkungan yang baik, maka anak juga bakal mendapatkan pengalaman positif yang mendukungnya untuk berlatih lebih giat.

Hal yang perlu dihindari saat anak sedang belajar renang

Setelah mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan, Bunda juga perlu mengetahui apa saja yang sebaiknya dihindari untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut penjelasannya yang dikutip dari beragam sumber.

1. Jangan pernah tinggalkan anak sendirian di kolam

Meskipun anak mengenakan pelampung alias perlengkapan renang yang lengkap, janganlah pernah meninggalkannya sendirian di tengah kolam. Pastikan ada orang dewasa yang menemani, alias orang tua sendiri yang menjaganya.

2. Jangan biarkan anak masuk kolam saat sakit

Menjaga agar lingkungan belajar tetap sehat, sebaiknya hindari memasukkan anak ke dalam kolam renang saat mereka sedang sakit. Sebaiknya, anak tidak mengikuti kelas renang hingga indikasi sakitnya menghilang, terutama saat mengalami diare, flu, dan batuk.

3. Jangan mendahului perintah pembimbing alias pelatih

Pastikan anak mengikuti pengarahan instruktur. Mengabaikan alias mendahului pembimbing dapat meningkatkan akibat cedera alias kecelakaan.

Persiapan sebelum renang

Untuk menjaga keselamatan dan membantu mencegah cedera selama latihan renang, sebaiknya anak lakukan beberapa perihal berikut ini, dilansir dari Kids Health:

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum memulai olahraga baru apa pun.
  • Selalu lakukan pemanasan dan peregangan sebelum berenang.
  • Gunakan tabir surya waterproof dengan SPF 30 alias lebih tinggi.
  • Ikuti pengarahan pembimbing mengenai langkah-langkah dan peralatan apapun yang dibutuhkan.
  • Istirahatlah dari latihan jika anak merasakan nyeri di bahu, leher, alias bagian tubuh lainnya.

Demikian kisah memilukan seorang anak yang tewas di hari pertama les renang, serta apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum anak mengikuti kelas renang. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya